Tampilkan postingan dengan label Bahasa Arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Arab. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Desember 2017

Pengertian Huruf Dalam Bahasa Arab Dan Contohnya

Pengertian Huruf Dalam Bahasa Arab – Setelah memahami dua kelas kata dalam bahasa arab sebelumnya yaitu isim dan fi’il maka anda harus memahami pengertian huruf. Pada tulisan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana pengertian huruf dalam kaidah bahasa arab sekaligus lengkap dengan contohnya sehingga akan lebih mudah untuk difahami.

Pengertian Huruf Dalam Bahasa Arab
Huruf Dalam Bahasa Arab
Huruf (حرف) merupakan kelas kata yang ketiga, dimana pengertian huruf dalam bahasa arab sama halnya dengan pegertian huruf dalam bahasa indonesia karena kata huruf dalam bahasa indonesia merupakan kata serapan yang diambil dari bahasa arab.
Adapun pengertian huruf dalam bahasa arab yaitu :
كلمة دلت على معنى في غيرها
Artinya sebuah kata yang menunjukan arti ketika disandingkan dengan kata lain (isim dan fi’il).
Huruf tidak memiliki arti dalam dirinya sendiri akan tetapi ia memiliki arti ketika menyatu dengan kata lain misalnya :
رَجَعْتُ مِنَ المَدْرَسَةِ
“saya pulang dari sekolah”
pada contoh di atas yang menjadi contoh hurufnya adalah kata من artinya “dari” yang termasuk ke dalam huruf jar. sebagaimana kita fahami bahwa kata “dari” ini tidak memiliki arti apa-apa jika dia hanya berdiri sendiri akan tetapi kata “dari” ini akan memiliki makna ketika disandingkan dengan kata lain seperti pada contoh di atas.

bhs arab- isim

   Pengertian Isim
كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلىَ مَعْنًى وَ لَمْ يَقْتَرِنْ بِزَمَنٍ .
Artinya : “Jenis kata yang mengandung makna yang tidak terikat dengan waktu
   (tenses)”.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa ISIM adalah semua jenis kata benda atau segala sesuatu yang dikategorikan benda; baik benda mati maupun benda hidup, tanpa berkaitan dengan masalah waktu. Di sisi lain, ISIM (kata benda) ada yang bersifat konkrit (dapat dijangkau indera) dan ada pula yang bersifat abstrak (tidak dijangkau diindera).
.      Ciri-Ciri Isim
Isim memiliki beberapa ciri, yaitu sebagai berikut:
  1. Berharokat kasroh atau kasrohtain : Jika suatu kata mempunyai akhiran kasroh, maka bisa dikatakan ia adalah isim.
Contoh :
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِْسْلاَمِ دِيْنًا
Kata yang di garis bawah (للهِ dan لإِْسْلاَمِ) di atas termasuk isim, dikarenakan akhiran katanya berupa harokat kasroh.
  1. Tanwin : Jika suatu kata berakhiran tanwin, maka ia adalah isim.
    Contoh :
ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِِّبَةً
Kata bergarisbawah (مَثَلاً كَلِمَةً طَيِِّبَةً) di atas merupakan isim, terlihat dari adanya tanwin pada akhirannya.
  1. Terdapat ال pada awal kata
Contoh :
المَلِكُ القُدُّوْسُ السَّلاَمُ
2
Kata yang bergaris bawah (keseluruhan kata) di atas merupakan isim, karena bergandengan dengan ال. Perlu diketahui, jika suatu isim bergandengan dengan ال, maka isim tersebut tidak boleh di tanwin, begitu pula sebaliknya, sehingga isim tidak boleh kemasukan tanda لا dan tanwin pada satu kata, namun isim harus mempunyai salah satu dari kedua tanda di atas, baik itu ال saja atau tanwin saja.
  1. Terletak setelah huruf jer
Diantara huruf-huruf jer adalah : (مِنْ – إِلَى – عَنْ – عَلَى – فِي – رُبَّ – بِـ – كَا – لِـ.. )
مِنْ         : Dari         عَنْ        : Dari                                       بِـ          : Dengan
إِلَى        : Ke           لِـ           : Milik, Kepunyaan                 كَا          : Seperti
عَلَى       : Di atas     رُبَّ       : Betapa banyak, acapkali       فِي         : Di dalam
Contoh :
فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ
Dari contoh di atas, kata بَيْتٍ dan بُيُوْتِ , termasuk isim karena terletak setelah huruf jer.
  1. Idhofah (penyandaran) = Mudhof mudhof ‘ilaih : Jika terdapat dua kata yang bergandengan, dengan kata yang kedua mempunyai akhiran kasroh, maka kedua kata tersebut kemungkinan besar adalah isim.
Contoh :    كِتَابُ مُحَمَّدٍ          : Kitabnya Muhammad
دِيْنُ الإِسْلاَمِ          : Agama Islam
Kata pertama sebagai mudhof (yg disandarkan) dan kata kedua sebagai mudhof ilaih (yang menyandarkan). Kata yang kedua di atas adalah isim, karena idhofah, dan terlihat pada kata kedua mempunyai akhiran kasroh.
2.3.      Pembagian Isim
Isim terbagi oleh beberapa macam. Yaitu berdasarkan jenisnya, berdasarkan jumlah benda, berdasarkan terdefinisi (khusus) atau tidak terdefinisi (umum) dan berdasarkan huruf akhir dan sakal (tanda) akhirnya.
3
  1. Isim Berdasarkan Jenisnya




Isim berdasarkan jenisnya dibagi menjadi dua bagian yaitu isim mudzakkar (laki-laki) dan isim muannats (perempuan), masing-masing bagian tersebut ada yang faktanya berjenis kelamin laki-laki (hakiki) dan perempuan (hakiki) dan ada yang hanya lafadznya saja, sedangkan faktanya sama sekali tidak diketahui jenis kelaminnya (benda). Mudzakkar hakiki dan muannats hakiki sangat mudah dibedakan dan tidak memerlukan ciri-ciri khusus, sedangkan yang lafdzi untuk membedakannya diperlukan ciri-ciri serta cakupannya.
  1. diakhiri dengan ta’ marbuthoh (ة) Ciri Muannats Lafdzi:
Contoh : النَّافِذَةُ ، المَدْرَسَةُ
Cakupan Muannats Lafdzi meliputi :
  • Alat tubuh yang berpasangan
Contoh: عَيْنٌ ، يَدٌّ ، أُذُنٌ ، رِجْلٌ
  • Benda yang tidak dapat dihitung
Contoh: سَحَابٌ ، رِيْحٌ ، النَّارُ
  • Oleh orang Arab digolongkan muannats (sima’i)
    Contoh: النَّفْسُ ، السَّمَاءُ ، سُوْقٌ ، طَرِيْقٌ ، دَارٌ ، قَمَرٌ ، سَمْشٌ ، اَرْضٌ
  • Seluruh benda yang jumlahnya lebih dari dua satuan (jamak).
    Kaidahnya: كُلُّ جَمْعٍ مُؤَنَّثٌ (setiap jamak adalah muannats)

  • Contoh: اَبْوَابٌ (pintu-pintu) نَوَافِذُ (jendela-jendela)
    1. Apabila tidak terdapat ciri muannats dan tidak tercakup dalam isim muannats seperti di atas, maka isim tersebut adalah Mudzakkar.
    4
    1. Isim Berdasarkan Jumlah Benda
    Berdasarkan jumlah bendanya isim dibagi menjadi tiga, yaitu isim mufrod, isim mutsanna dan isim jamak. Isim mufrod adalah isim yang jumlah bendanya satu satuan (satu biji, satu helai, satu pohon dan sebagainya), biasanya ditandai dengan dhommah, fathah, kasroh. Isim mutsanna adalah isim yang jumlah bendanya dua satuan. Tanda khas yang mudah diketahui dari isim ini adalah akhirannya …َانِatau …َيْنِ untuk mudzakkar dan تَانِ atau تَيْنِ untuk muannats. Isim jamak adalah isim yang jumlah bendanya lebih dari dua satuan. Isim jamak ini dibagi tiga bagian, yaitu jamak mudzakkar salim (جَمْعُ الْمُذَكَّرِ السَّلِمِ), jamak muannats salim (جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّلِمِ) dan jamak taksir (جَمْعُ التَّكْسِيْرِ).
    1. Isim jamak mudzakkar salim berasal dari isim mudzakkar mufrod dan rangkaian hurufnya tidak ada yang diubah hanya ditambah (ـُوْنَ) atau (ـِيْنَ) di akhirnya.
    Contoh : مُسْلِمُوْنَ atau مُسْلِمِيْنَ berasal dari مُسْلِمٌ
    1. Isim jamak muannats salim berasal dari isim muannats mufrod dan rangkaian hurufnya tidak ada yang dirubah hanya ta’ marbuthoh di akhir kata yang menjadi ciri isim muannats dipisahkan dulu dengan menambah alif mati menjadi ـَاتٌ atau ـَاتٍ.
      1. Isim jamak taksir dapat berasal dari isim mudzakkar mufrod atau isim muannats mufrodah, akan tetapi rangkaian hurufnya terjadi pemecahan baik ditambah atau dikurangi. Isim ini tidak memiliki aturan dan tanda
    5
    khas, sehingga harus dihafal.
    Contoh : اَبْوَابٌ berasal dari بَابٌ , نَوَافِذُ berasal dari نَافِذَةٌ
    1. Berdasarkan Terdefinisi (Khusus) atau Tidak Terdefinisi (Umum)
    Berdasarkan umum dan khususnya isim dibagi menjadi dua, yaitu isim nakiroh (umum) dan isim ma’rifat (khusus).
    1. Isim nakiroh ditandai dengan adanya tanwin ( ـًـ ، ــٍ ، ــٌ )
    Contoh : هُدٌى ، كِتَابٌ
    1. Isim ma’rifat mencakup tujuh jenis, yaitu :
    • Isim yang diawali dengan Al (لا)
    Contoh : الهُدَى ، الكِتَابُ
    • Isim dhomir (kata ganti)
    • Isim isyaroh (kata tunjuk)
    • Isim maushul (kata sambung)
    • Isim alam (nama)
    • Isim munada (yang dipanggil)
    • Isim idhofat (yang disandarkan)
    Masing-masing jenis isim tersebut, akan dibahas berikut ini.
    1. Isim Dhomir
    Kata ganti ini digolongkan ke dalam isim ma’rifat karena fungsinya untuk menggantikan isim tertentu.
    Berdasarkan penampakkannya dalam tulisan, isim dhomir dibagi dua, yaitu isim dhomir bariz (tampak dalam tulisan) dan isim dhomir mustatir (tidak tampak dalam tulisan). Pada bab ini hanya dibahas isim dhomir bariz, sedangkan isim dhomir mustatir dibahas setelah membahas kalimat sempurna.
    Isim dhomir bariz dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu isim dhomir bariz muttashil (tersambung dengan kata lain) seperti : لَكُمْ = كُمْ + لَ  dan isim dhomir bariz munfashil (berdiri sendiri) seperti : اَنْتَ ، هُوَ
    6
    1. b.       Isim isyaroh ( اِسْمُ الاِشَارَةِ )
    Kata tunjuk digolongkan ke dalam isim ma’rifat karena fungsinya untuk menunjuk isim-isim tertentu.
    Kata tunjuk ini berbeda sesuai dengan Ietak isim yang ditunjuk serta jenis dan jumlahnya. Perbedaan kata tunjuk ini antara isim dekat (qorib) dengan jauh (ba’id) yaitu ha tanbih ( هَـ ) di awal untuk qorib dan adanya dhomir mukhotob di akhir untuk isim ba’id ( كُمَا ، كَ atau كُمْ ). Selain isim isyaroh ada yang dikaitkan dengan letak, jenis dan jumlahnya, ada juga isim isyaroh yang dikaitkan dengan letaknya saja.
    Seperti : هُنَا ، هُنَاكَ ، هُنَالِكَ
    1. c.       Isim Maushul ( اِسْمُ الْمَوْصُوْلِ )
    Isim maushul ini digolongkan ke dalam isim ma’rifat karena fungsinya untuk mengkhususkan suatu isim tertentu dengan kalimat yang ada sesudahnya.




























    Selain isim maushul yang digunakan untuk menghubungkan isim berdasarkan jenis dan jumlahnya, ada pula isim maushul yang sifatnya umum (tidak dilihat mudzakkar atau muannats-nya) yang digunakan untuk yang berakal atau yang tidak. Yaitu مَا (apa-apa, apa saja) digunakan untuk isim yang tidak berakal (اِسْمُ المَوْصُوْلِ لِغَيْرِ اِلْعَاقِلِ ) dan مَنْ (siapa saja/barang siapa) digunakan untuk isim yang berakal ( اِسْمُ المَوْصُوْلِ لِِلْعَاقِلِ ).
    1. d.      Isim Alam ( اِسْمُ الْعَلَمِ )
    Isim alam adalah isim yang digunakan untuk nama tertentu tanpa membutuhkan penjelasan. Isim ini ma’rifat karena setiap nama menunjukkan isim tertentu. Pada bagian ini akan dikhususkan pada kata yang digunakan untuk nama manusia. yang dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :
    • Isim khos (nama asli)
    Contoh : عَائِشَةُ ، عُمَرُ
    7
    • Kunyah ( كُنْيَةٌ ) : julukan
    Adalah nama yang diawali dengan kata : اِبْنٌ ، اُمٌّ ، اَبٌdan بِنْتٌ
    Contoh : اُمُّ الْمؤمنين ، اِبْنُ الْخَطَّابِ ، اَبُوْ حَفْصٍ dan lain-lain.
    • Laqob ( لَقَبٌ ) : gelar
    Diberikan khusus kepada orang-orang yang mempunyai kelebihan dalam suatu perkara.
    Contoh : الصِّدِّيْقُ ، الرَّشِيْدُ ، الفَارُوْقُ dan lain-lain.
    1. e.       Isim Munada ( اِسْمُ الْمُنَادَى )
    Adalah isim yang berada setelah huruf nida. Isim ini menjadi ma’rifat karena setiap objek yang diseru. pasti telah tertentu dan diketahui oleh si penyeru. Huruf nida terdiri dari huruf nida untuk dekat, untuk jauh dan untuk dekat dan jauh.
    Isim munada dibagi lima, yaitu : mufrod alam, nakiroh maqsudah, mudhofan, sibhul mudhof, nakiroh ghoiru maqsudah dan khusus lafdzul jalalah. Pada bagian ini hanya dibahas tiga jenis isim munada yang banyak dijumpai dalam Al-Qur’an atau bacaan sehari-hari, yaitu isim munada mufrod (satu kata), munada mudhofan dan isim munada khusus lafdzul jalalah.
    • Isim munada mufrod
    Yaitu isim munada yang terdiri dari satu kata bentuknya nakiroh, akan tetapi tidak boleh pakai tanwin setelah diawali huruf nida. Tanda akhirnya tetap rofa (salah satu tandanya dhommah).
    Contoh : يَا مُسْلِمُ
    • Isim munada mudhofan
    Isim munada yang berbentuk idhofah (disandarkan). Tanda akhir untuk kata yang disandarkan adalah nashob (salah satunya fathah).
    Contoh : يَا رَسُوْلَ اللهِ
    Kadang-kadang huruf nida dapat dibuang jika berbentuk do’a
    seperti : يَا رَبَّنَا menjadi رَبَّنَا
    8
    • Isim munada khusus lafdzul jalalah (اَللهُ)
    Sebenarnya termasuk isim munada mufrod, akan tetapi isim munada ini ada pengkhususan yaitu : bentuknya ma’rifat يَا اَللهُ dan huruf nida bisa diganti dengan huruf mim yang bertasydid ditarik di akhirnya yaitu : اَللّهُمَّ
    Catatan :
    Apabila isim munada mufrod dalam bentuk ma’rifat baik dengan ” لا ” ataupun isim maushul, maka setelah يا tidak dapat langsung tersambung dengan isim tersebut, tetapi harus diselingi dengan lafadz اَيُّهَا (untuk isim mudzakkar) dan اَيَّتُهَا (untuk isim muannats).
    Contoh : يَااَيَّتُهَا النَّفْسُ ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ
    1. f.       Isim Idhofat (kata yang disandarkan) ( اِسْمُ اْلإِضَافَةِ )
    Penyandaran (idhofat) ini hanya terjadi antara dua isim (tidak fiil dan tidak juga huruf) Isim yang pertama yang disandarkan disebut mudhof ( مُضَافٌ ) sedangkan isim yang disandari disebut mudhof ilaihi (مُضَافٌ إِلَيْهِ ), yang merupakan isim ma’rifat adalah isim yang menjadi mudhof, sedangkan yang menjadi mudhof ilaihi dapat ma’rifat dapat pula nakiroh tergantung bentuknya. Yang perlu dipahami bahwa mudhof ilaihi itu tidak boleh kata sifat, dan bentuknya tetap majrur (salah satu tandanya kasroh).
    Sedang ketentuan untuk mudhof adalah :
    • Tidak boleh ada ” لا
    • Tidak boleh tanwin
    • Apabila isim mutsanna dan jamak mudzakkar salim, nun yang berada di akhirnya dibuang.
    Contoh :    رَسُوْلُ اللهِ            = اللهُ + رَسُوْلٌ
    وَالِدَيْهِ                 = ـهِ + وَالِدَيْنِ
    بَنِيْ اِسْرَائِيْلَ         = اِسْرَائِيْلَ + بَنِيْنَ
    1. Berdasarkan Huruf Akhir dan Sakal (tanda) Akhirnya
    9
    Berdasarkan huruf akhir dan sakal akhirnya isim dibagi 4 jenis, yaitu isim shohih akhir, isim mu’tal akhir, asmaul khomsah dan isim ghoiru munshorif.
    1. Isim shohih akhir ini sudah dibahas pada bab-bab sebelumnya, terdiri dari isim mufrod, mutsanna, jamak taksir, jamak mudzakkar salim dan jamak muannats salim.
    2. Isim mu’tal akhir artinya isim yang huruf akhirnya berupa huruf illat yaitu alif mati atau ya’ mati ( ىْ atau يْ ). Jika akhirnya alif mati disebut isim maqshur ( الاِسْمُ المَقْصُوْرُ ) seperti : مُوْسَى ، هُدَى , dan jika akhirnya ya’ mati disebut isim manqus ( الاِسْمُ المَنْقُوْصُ ) seperti : الهَادِيْ ، القَاضِيْ
    3. Asmaul khomsah (isim yang lima) adalah isim yang jumlahnya lima buah, yaitu :  اَبٌ ، اَخٌ ، حَمٌ ، فُ ، ذُ .
    Kelimanya memiliki kesamaan bentuk yaitu diakhiri dengan wawu jika rofa’ seperti : اَبُوْكَ ، اَخُوْكَ ، حَمُوْكَ ، فُوْكَ ، ذُوْ مَالٍ
    Diakhiri dengan alif jika nashob, seperti : اَبَاكَ ، اَخَاكَ ، حَمَاكَ ، فَاكَ ، ذَا مَالٍ
    Diakhiri dengan ya’ jika majrur, seperti : اَبِيْكَ ، اَخِيْكَ ، حَمِيْكَ ، فِيْكَ ، ذِيْمَالٍ
    1. Isim ghoiru munshorif (isim yang tidak menerima tanwin).
    Ada beberapa isim yang tidak ber ” لا ” dan bukan sebagai mudhof, akan tetapi tidak dapat menerima tanwin. Isim semacam ini disebut isim ghoiru munshorif. Yang termasuk isim ghoiru munshorif adalah :
    • Sebagian besar nama orang yang bukan bentukan dari kata lain, seperti :  فَاطِمَةُ ، عُثْمَانُ ، عُمَرُ dll.
    • Shighot muntahal jumuk ( صغة منتهى الجموع ), bentuk jamak yang sama dengan مَفَاعِلُ dan مَفَاعِيْلُ, seperti : مَسَاجِدُ
    • Mengandung alif ta’nits mamdudah ( الف التأنيث الممدودة ) seperti : صَحْرَاءُ ، سَوْدَائُ ، حَمْرَاءُ

    kosa kata bhs arab beserta artinya

    • Isim (Kata Benda):

    1. Hari Ahad ( يَوْمُ الأَحَدِ ) yawmul-ahadi.
    2. Hari Senin ( يَوْمُ الإِثْنَيْنِ ) yawmul-itsnaini.
    3. Hari Selasa ( يَوْمُ الثُّلَاثَاءِ ) yaumuts-tsulaatsaa`i.
    4. Hari Rabu ( يَوْمُ الأَرْبِعَاءِ ) yawmul-arbi'aa`i.
    5. Hari Kamis ( يَوْمُ الخَمِيْسِ ) yawmul-khamiisi.
    6. Hari Jum'at ( يَوْمُ الجُمُعَةِ ) yawmul-jumu'ati.
    7. Hari Sabtu ( يَوْمُ السَّبْتِ ) yawmus-sabti.
      Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Nama-Nama Hari.
    8. Warna ( لَوْنٌ جـ أَلْوَانٌ ) lawnun jim alwaanun.
    9. Putih ( ُأَبْيَض ) abyadhu dan ( ُبَيْضَاء ) baydhaa`u.
    10. Hitam ( ُأَسْوَد ) aswadu dan ( ُسَوْدَاء ) sawdaa`u.
    11. Merah ( ُأَحْمَر ) ahmaru dan ( ُحَمْرَاء ) hamraa`u.
    12. Merah muda/pink ( ٌّوَرْدِي ) wardiyyun dan ( ٌوَرْدِيَّة ) wardiyyatun.
    13. Biru ( ُأَزْرَق ) azraqu dan ( ُزَرْقَاء ) zarqaa`u.
    14. Hijau ( ُأَخْضَر ) akhdharu dan ( ُخَضْرَاء ) khadhraa`u.
    15. Kuning ( ُأَصْفَر ) ashfaru dan ( ُصَفْرَاء ) shafraa`u.Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Nama-Nama Warna.
    16. Waktu ( وَقْتٌ جـ أَوْقَاتٌ ) waqtun jim awqaatun.
    17. Detik ( ثَانِيَةٌ جـ ثَوَانٍ ) tsaaniyatun jim tsawaanin.
    18. Menit ( دَقِيْقَةٌ جـ دَقَائِقُ ) daqiiqatun jim daqaa`iqu.
    19. Jam ( سَاعَةٌ جـ سَاعَاتٌ ) saa'atun jim saa'aatun.
    20. Hari ( يَوْمٌ جـ أَيَّامٌ ) yawmun jim ayyaamun.
    21. Pagi ( صَبَاحٌ ) shabaahun.
    22. Siang ( نَهَارٌ ) nahaarun.
    23. Sore ( مَسَاءٌ ) masaa`un.
    24. Malam ( لَيْلَةٌ ) laylatun.
    25. Pekan ( أُسْبُوْعٌ جـ أَسَابِيْعُ ) usbuu`un jim asaabii`u.
    26. Bulan ( شَهْرٌ جـ شُهُوْرٌ ) syahrun jim syuhuurun.
    27. Tahun ( سَنَةٌ جـ سَنَوَاتٌ ) sanatun jim sanawaatun.
    28. Abad ( قَرْنٌ جـ قُرُوْنٌ ) qarnun jim quruunun.
    29. Jam Satu ( السَّاعَةُ الوَاحِدَةُ ) as-saa'atul-waahidatu.
    30. Jam Dua ( السَّاعَةُ الثَّانِيَةُ ) as-saa'atuts-tsaaniyatu.
    31. Jam Tiga ( السَّاعَةُ الثَّالِثَةُ ) as-saa'atuts-tsaalitsatu.
    32. Jam Empat ( السَّاعَةُ الرَّابِعَةُas-saa'atur-raabi'atu.
    33. Jam Lima ( السَّاعَةُ الخَامِسَةُas-saa'atul-khaamisatu.
    34. Jam Enam ( السَّاعَةُ السَّادِسَةُas-saa'atus-saadisatu.
    35. Jam Tujuh ( السَّاعَةُ السَّابِعَةُُas-saa'atus-saabi'atu.
    36. Jam Delapan ( السَّاعَةُ الثَّامِنَةُas-saa'atuts-tsaaminatu.
    37. Jam Sembilan ( السَّاعَةُ التَّاسِعَةُas-saa'atut-taasi'atu.
    38. Jam Sepuluh ( السَّاعَةُ العَاشِرَةُ )as-saa'atul-'aasyiratu.Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Bilangan Jam dan Waktu.
    39. Tubuh ( جَسَدٌ جـ أَجْسَادٌ ) jasadun jim ajsaadun.
    40. Kepala ( ٌرَأْسٌ جـ رُؤُوْس ) ra`sun jim ru`uusun.
    41. Rambut ( ٌشَعْرَةٌ جـ شَعْر ) sya'ratun jim sya'run.
    42. Mata ( ٌعَيْنٌ جـ أَعْيُن ) 'aynun jim a'yunun.
    43. Hidung ( ٌأَنْفٌ جـ أُنُوْف ) anfun jim unuufun.
    44. Telinga ( ٌأُذُنٌ جـ آذَان ) udzunun jim aadzaanun.
    45. Pipi ( ٌخَدٌّ جـ خُدُوْد ) khaddun jim khuduudun.
    46. Mulut ( ٌفَمٌ جـ أَفْوَاه ) famun jim afwaahun.
    47. Gigi ( ٌسِنٌّ جـ أَسْنَان ) sinnun jim asnaanun.
    48. Lidah ( ٌلِسَانٌ جـ أَلْسِنَة ) lisaanun jim alsinatun.
    49. Leher ( ٌعُنُقٌ جـ أَعْنَاق ) 'unuqun jim a'naaqun.
    50. Pundak ( ٌكَتِفٌ جـ أَكْتَاف ) katifun jim aktaafun.
    51. Punggung ( ٌظَهْرٌ جـ ظُهُوْر ) zhahrun jim zhuhuurun.
    52. Tangan ( ٍيَدٌ جـ أَيْد ) yadun jim aydin.
    53. Telapak tangan ( كَفٌ جـ أَكُفٌّ ) kaffun jim akuffun.
    54. Dada ( صَدْرٌ جـ صُدُوْرٌ ) shadrun jim shuduurun.
    55. Perut ( ٌبَطْنٌ جـ بُطُوْن ) bathnun jim buthuunun.
    56. Paha ( ٌفَخِذٌ جـ أَفْخَاذ ) fakhidzun jim afkhaadzun.
    57. Betis ( ٌسَاقٌ جـ سُوْق ) saaqun jim suuqun.
    58. Telapak kaki ( ٌقَدَمٌ جـ أَقْدَام ) qadamun jim aqdaamun.
    59. Kulit ( ٌجِلْدٌ جـ جُلُوْد ) jildun jim juluudun.
      Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Anggota Tubuh.
    60. Keluarga ( ٌأُسْرَةٌ جـ أُسَر ) usratun jim usarun.
    61. Kakek ( جَدٌّ جـ أَجْدَادٌ ) jaddun jim ajdaadun.
    62. Nenek ( ٌجَدَّةٌ جـ جَدَّات ) jaddatun jim jadaatun.
    63. Ayah ( َأَبٌ جـ آبَاءٌ ) / ( وَالِدٌ جـ وَالِدُوْن ) waalidun jim waaliduun / abun jim aabaa`un.
    64. Ibu ( ٌأُمٌّ جـ أُمَّهَاتٌ ) / ( وَالِدَةٌ جـ وَالِدَات ) waalidatun jim waalidaatun / ummun jim ummahaatun.
    65. Paman dari Ayah ( عَمٌّ جـ أَعْمَامٌ ) 'ammun jim a'maamun.
    66. Bibi dari Ayah ( ٌعَمَّةٌ جـ عَمَّات ) 'ammatun jim 'amaatun.
    67. Paman dari Ibu ( ٌخَالٌ جـ أَخْوَال ) khaalun jim akhwaalun.
    68. Bibi dari Ibu ( ٌخَالَةٌ جـ خَالاَت ) khaalatun jim khaalaatun.
    69. Saudara ( ٌأَخْ جـ إِخْوَة ) akhun jim ikhwatun.
    70. Saudari ( ٌأُخْتٌ جـ أَخَوَات ) ukhtun jim akhawaatun.
    71. Putra ( ٌاِبْنٌ جـ أَبْنَاء ) ibnu jim abnaa`un.
    72. Putri ( ٌبِنْتٌ جـ بَنَات ) bintun jim banaatun.
    73. Cucu (lk) ( ٌحَفِيْدٌ جـ أَحْفَاد ) hafiidun jim ahfaadun.
    74. Cucu (pr) ( ٌحَفِيْدَةٌ جـ حَفِيْدَات ) hafiidatun jim hafiidaatun.
    75. Suami ( ٌزَوْجٌ جـ أَزْوَاج ) zawjun jim azwaajun.
    76. Istri ( ٌزَوْجَةٌ جـ زَوْجَات ) zawjaatun jim zawjaatun.
      Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Anggota Keluarga.
    77. Rumah ( بَيْتٌ جـ بُيُوْتٌ ) baytun jim buyuutun.
    78. Pondasi ( أَسَاسٌ جـ أُسُسٌ ) asaasun jim ususun.
    79. Tembok ( جِدَارٌ جـ جُدُرٌ ) jidaarun jim judurun.
    80. Atap ( سَقْفٌ جـ سُقُوْفٌ ) saqfun jim suquufun.
    81. Lantai ( بَلَاطَةٌ جـ بَلَاطٌ ) balaathatun jim balaathun.
    82. Pintu ( بَابٌ جـ أَبْوَابٌ ) baabun jim abwaabun.
    83. Jendela ( نَافِذَةٌ جـ نَوَافِذُ ) naafidzatun jim nawaafidzu.
    84. Kamar ( غُرْفَةٌ جـ غُرَفٌ ) ghurfatun jim ghurafu.
    85. Dapur ( مَطْبَخٌ جـ مَطَابِخُ ) mathbakhun jim mathaabikhu.
    86. Teras ( فِنَاءٌ جـ أَفْنِيَةٌ ) finaa`un jim afniyatun.
    87. Halaman ( سَاحَةٌ جـ سَاحَاتٌ ) saahatun jim saahaatun.
    88. Pagar ( سُوْرٌ جـ أَسْوَارٌ ) suurun jim aswaarun.
    89. Tingkat ( دُوْرٌ جـ أَدْوَارٌ ) duurun jim adwaarun.
    90. Tangga ( سُلَّمٌ جـ سَلَالِمُ ) sullamun jim salaalimu.
    91. Tiang ( عَمُوْدٌ جـ أَعْمِدَةٌ ) 'amuudun jim a'midatun.
      Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Seputar Rumah.
    92. Perabotan ( أَثَاثٌ جـ أَثَاثَاتٌ ) astaatsun jim atsaatsaatun.
    93. Meja ( مَكْتَبٌ جـ مَكَاتِبُ ) maktabun jim makaatibu.
    94. Kursi ( كُرْسِيٌّ جـ كَرَاسِيُّ ) kursiyyun jim karaasiyyu.
    95. Lemari ( خِزَانَةٌ جـ خَزَائِنُ ) khizaanatun jim khazaa`inu.
    96. Ranjang ( سَرِيْرٌ جـ سُرُرٌ ) sariirun jim sururun.
    97. Kipas ( مِرْوَحَةٌ جـ مَرَاوِحُ ) mirwahatun jim maraawihu.
    98. Cermin ( مِرْآةٌ جـ مَرَايَا ) mir`aatun jim maraayaa.
    99. Sofa ( أَرِيْكَةٌ جـ أَرَائِكُ ) ariikatun jim araa`iku.
    100. Lampu ( مِصْبَاحٌ جـ مَصَابِيْحُ ) mishbaahun jim mashaabiihu.
    101. Kunci ( مِفْتَاحٌ جـ مَفَاتِيْحُ ) miftaahun jim mafaatiihu.
      Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Perabotan Rumah.
    102. Sekolah ( مَدْرَسَةٌ جـ مَدَارِسُ ) madrasatun jim madaarisu.
    103. Kelas ( فَصْلٌ جـ فُصُوْلٌ ) fashlun jim fushuulun.
    104. Perpustakaan ( مَكْتَبَةٌ جـ مَكْتَبَاتٌ ) maktabatun jim makatabaatun.
    105. Kantin ( مَقْصَفٌ جـ مَقَاصِفُ ) maqshafun jim maqaashifu.
    106. Laboratorium Bahasa ( مَعْمَلٌ اللُّغَةِ ) ma'malul-lughati.
    107. Aula ( قَاعَةٌ جـ قَاعَاتٌ ) qaa'atun jim qaa'aatun.
    108. Lapangan ( مَلْعَبٌ جـ مَلَاعِبُ ) mal'abun jim malaa'ibu.
      Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Ruangan Sekolah.
    109. Seragam ( زِيٌّ جـ أَزْيَاءٌ ) ziyyun jim azyaa`un.
    110. Tas ( حَقِيْبَةٌ جـ حَقَائِبُ ) haqiibatun jim haqaa`ibu.
    111. Botol minuman ( قَارُوْرَةُ المَاءِ ) qaaruuratul-maa`i.
    112. Buku ( كِتَابٌ جـ كُتُبٌ ) kitaabun jim kutubun.
    113. Buku tulis ( دَفْتَرٌ جـ دَفَاتِرُ ) daftarun jim dafaatiru.
    114. Pena ( قَلَمٌ جـ أَقْلَامٌ ) qalamun jim aqlaamun.
    115. Tempat pensil ( مِقْلَمَةٌ جـ مَقَالِمٌ ) miqlamatun jim maqaalimu.
    116. Penggaris ( مِسْطَرَةٌ جـ مَسَاطِرُ ) mistharatun jim masaathiru.
    117. Rautan ( مِبْرَاةٌ جـ مَبَارٍ ) mibraatun jim mabaarin.
      Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Peralatan Sekolah.
    118. Transportasi ( مُوَاصَلَةٌ ) muwaashalatun.
    119. Mobil ( ٌسَيَّارَةٌ جـ سَيَّارَات ) sayyaaratun jim sayyaaraatun.
    120. Motor ( ٌدَرَّاجَةٌ نَارِيَّة ) darraajatun naariyyatun.
    121. Sepeda ( ٌدَرَّاجَةٌ هَوَائِيَّة ) darrajatun hawaa`iyyatun.
    122. Pesawat ( ٌطَائِرَةٌ جـ طَائِرَات ) thaa`iratun jim thaa`iraatun.
    123. Kapal ( ٌسَفِيْنَةٌ جـ سُفُن ) safiinatun jim sufunun.
    124. Kapal Selam ( ٌغَوَّاصَةٌ جـ غَوَّاصَات ) ghawaashatun jim ghawwaashaatun.
    125. Perahu ( ُمَرْكَبٌ جـ مَرَاكِب ) markabun jim maraakibu.
    126. Kereta ( ٌقِطَارٌ جـ قِطَارَات ) qithaarun jim qithaaraatun.
    127. Bus ( ٌحَافِلَةٌ جـ حَافِلَات ) haafilatun jim haafilaatun.
    128. Truk ( ٌشَاحِنَةٌ جـ شَاحِنَات ) syaahinatun jim syaahinaatun.
    129. Tank ( ٌدَبَّابَةٌ جـ دَبَّابَات ) dabbaabatun jim dabaabaatun.
    130. Taksi ( ِسَيَّارَةُ الأُجْرَة ) sayyaaratul-ujrati.
      Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Alat Transportasi.
    131. Pakaian ( مَلْبَسٌ جـ مَلَابِسُ ) malbasun jim malaabisu.
    132. Kemeja ( قَمِيْصٌ جـ قُمْصَانٌ ) qamiishun jim qumshaanun.
    133. Jubah ( ثَوْبٌ جـ أَثْوَابٌ ) tsawbun jim atswaabun.
    134. Kaos ( فَانِلَّةٌ ) faanillatun.
    135. Celana panjang ( بَنْطَلُوْنٌ جـ بَنْطَلُوْنَاتٌ ) banthaluunun jim banthaluunaatun.
    136. Daster ( فُسْتَانٌ جـ فَسَاتِيْنُ ) fustaanun jim fasaatiinu.
    137. Sarung ( إِزَارٌ جـ آزِرَةٌ ) izaarun jim aaziratun.
    138. Kaos kaki ( جَوْرَبٌ جـ جَوَارِبُ ) jawrabun jim jawaaribu.
    139. Sarung tangan ( قُفَّازٌ جـ قُفَّازَاتٌ ) qufaazun jim qufaazaatun.
    140. Topi ( قُبَّعَةٌ جـ قُبَّعَاتٌ ) qubba'atun jim qubba'aatun.
    141. Jaket/Mantel ( مِعْطَفٌ جـ مَعَاطِفُ ) mi'thafun jim ma'aathifu.
    142. Sendal ( نَعْلٌ جـ نِعَالٌ ) na'lun jim ni'aalun.
    143. Sepatu ( حِذَاءٌ جـ أَحْذِيَةٌ ) hidzaa`un jim ahdziyatun.Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Seputar Pakaian.
    144. Tempat ( ٌمَكَانٌ جـ أَمْكِنَة ) makaanun jim amkinatun.
    145. Apotek ( ٌصَيْدَلِيَّةٌ جـ صَيْدَلِيَّات ) shaydaliyyatun jim shaydaliyyaatun.
    146. Bandara/Airport ( ٌمَطَارٌ جـ مَطَارَات ) mathaarun jim mathaaraatun.
    147. Hotel ( ُفُنْدُقٌ جـ فَنَادِق ) funduqun jim fanaadiqu.
    148. Kebun Binatang ( ِحَدِيْقَةُ الحَيَوَانَات ) hadiiqatul-hayawaanaati.
    149. Masjid ( ُمَسْجِدٌ جـ مَسَاجِد ) masjidun jim masaajidu.
    150. Museum ( ُمَتْحَفٌ جـ مَتَاحِف ) mathafun jim mataahifu.
    151. Pabrik ( ُمَصْنَعٌ جـ مَصَانِع ) mashna'un jim mashaani'u.
    152. Pelabuhan ( ُمِيْنَاءٌ جـ مَوَانِئ ) miinaa`un jim mawaani`u.
    153. Pengadilan ( ُمَحْكَمَةٌ جـ مَحَاكِم ) mahkamatun jim mahaakimu.
    154. Penjara ( ٌسِجْنٌ جـ سُجُوْن ) sijnun jim sujuunun.
    155. Restoran/Rumah Makan ( ُمَطْعَمٌ جـ مَطَاعِم ) math'amun jim mathaa'imu.
    156. Rumah Sakit ( ٌمُسْتَشْفَى جـ مُسْتَشْفَيَات ) mustasyfaa jim mustasyfayaatun.
    157. Trotoar ( ٌرَصِيْفٌ جـ أَرْصِفَة ) rashiifun jim arshifatun.
    158. Universitas ( ٌجَامِعَةٌ جـ جَامِعَات ) jaami'atun jim jaami'aatun.Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Tempat Umum.
    159. Bumi ( أَرْضٌ جـ أَرَاضٍ ) ardhun jim araadhin.
    160. Langit ( سَمَاءٌ جـ سَمَوَاتٌ ) samaa`un jim samawaatun.
    161. Awan ( سَحَابٌ جـ سُحُبٌ ) sahaabun jim suhubun.
    162. Hujan ( مَطَرٌ جـ أَمْطَارٌ ) matharun jim amthaarun.
    163. Sungai ( نَهْرٌ جـ أَنْهَارٌ ) nahrun jim anhaarun.
    164. Air terjun ( شَلَّالٌ جـ شَلَّالَاتٌ ) syallaalun jim syallaalaatun.
    165. Laut ( بَحْرٌ جـ بِحَارٌ ) bahrun jim bihaarun.
    166. Samudra ( مُحِيْطٌ جـ مُحِيْطَاتٌ ) muhiithun jim muhiithaatun.
    167. Selat ( مَضِيْقٌ جـ مَضَايِقُ ) madhiiqun jim madhaayiqu.
    168. Benua ( قَارَةٌ جـ قَارَاتٌ ) qaaratun jim qaaraatun.
    169. Hutan ( غَابَةٌ جـ غَابَاتٌ ) ghaabatun jim ghaabaatun.
    170. Lembah ( وَادٍ جـ أَوْدِيَةٌ ) waadin jim awdiyatun.
    171. Gunung ( جَبَلٌ جـ جِبَالٌ ) jabalun jim jibaalun.
    172. Teluk ( خَلِيْجٌ جـ خُلْجَانٌ ) khaliijun jim khuljaanun.
    173. Semenanjung ( شِبْهُ الجَزِيْرَةِ ) syibhul-jaziirati.
    174. Gua ( غَارٌ جـ غِيْرَانٌ ) ghaarun jim ghiiraanun.
    175. Padang pasir ( صَحْرَاءٌ جـ صَحَارٍ ) sharaa`un jim shahaarin.Baca selengkapnya di: Kosakata Bahasa Arab Seputar Bumi/Alam.

    • Fi'il Maadhi dan Mudhari' (Kata Kerja Lampau dan Sekarang):

    1. Bahagia ( سَعِدَ - يَسْعَدُ ) sa'ida - yas'adu.
    2. Bangun tidur ( اِسْتَيْقَظَ - يَسْتَيْقِظُ ) istayqadha - yastayqidhu.
    3. Bekerja ( عَمِلَ - يَعْمَلُ ) 'amila - ya'malu.
    4. Belajar ( تَعَلَّمَ - يَتَعَلَّمُ ) ta'allama - yata'allamu.
    5. Berargumen ( اِحْتَجَّ - يَحْتَجُ ) ihtajja - yahtajju.
    6. Berbeda ( اِخْتَلَفَ - يَخْتَلِفُ ) ikhtalafa - yakhtalifu.
    7. Berbicara ( تَكَلَّمَ - يَتَكَلَّمُ ) takallama - yatakallamu.
    8. Bercanda ( مَزَحَ - يَمْزَحُ ) mazaha - yamzahu.
    9. Bercerita ( قَصَّ - يَقُصُّ ) qashsha - yaqushshu.
    10. Berdebat ( جَادَلَ - يُجَادِلُ ) jaadala - yujaadilu.
    11. Berdiri ( قَامَ - يَقُوْمُ ) qaama - yaqaamu.
    12. Berdiskusi ( تَنَاظَرَ - يَتَنَاظَرُ ) tanaazhara - yatanaazharu.
    13. Berdoa ( دَعَا - يَدْعُو ) da'aa - yad'uu.
    14. Berdusta ( كَذَبَ - يَكْذِبُ ) kadzaba - yakdzibu.
    15. Berenang ( سَبَحَ - يَسْبَحُ ) sabaha - yasbahu.
    16. Berhaji ( حَجَّ - يَحُجُّ ) hajja - yahujju.
    17. Beribadah ( عَبَدَ - يَعْبُدُ ) 'abada - ya'budu.
    18. Berinfak ( أَنْفَقَ - يُنْفِقُ ) anfaqa - yunfiqu.
    19. Berjalan ( سَارَ - يَسِيْرُ ) saara - yasiiru.
    20. Berjanji ( وَعَدَ - يَعِدُ ) wa'ada - ya'idu.
    21. Berjihad ( جَاهَدَ - يُجَاهِدُ ) jaahada - yujaahidu.
    22. Berjumpa ( اِلْتَقَى - يَلْتَقِي ) iltaqaa - yaltaqii.
    23. Berkhutbah ( خَطَبَ - يَخْطُبُ ) khathaba - yakhtubu.
    24. Berkorban ( ضَحَّى - يُضَحِّي ) dhahhaa - yudhahhii.
    25. Berkumpul ( اِجْتَمَعَ - يَجْتَمِعُ ) ijtama'a - yajtami'u.
    26. Berkurang ( نَقَصَ - يَنْقُصُ ) naqasha - yanqushu.
    27. Berlari ( جَرَى - يَجْرِي ) jaraa - yajrii.
    28. Bermain ( لَعِبَ - يَلْعَبُ ) la'iba - yal'abu.
    29. Bermaksiat ( عَصَا - يَعْصِي ) 'ashaa - ya'shii.
    30. Bermukim ( أَقَامَ - يُقِيْمُ ) aqaama - yuqiimu.
    31. Berpindah ( اِنْتَقَلَ - يَنْتَقِلُ ) intaqala - yantaqilu.
    32. Berpisah ( اِفْتَرَقَ - يَفْتَرِقُ ) iftaraqa - yaftariqu.
    33. Bersandar ( اِعْتَمَدَ - يَعْتَمِدُ ) i'tamada - ya'tamidu.
    34. Bersatu ( اِتَّحَدَ - يَتَّحِدُ ) ittahada - yattahidu.
    35. Bersikat gigi ( تَسَوَّكَ - يَتَسَوَّكُ ) tasawwaka - yatasawwaku.
    36. Bersujud ( سَجَدَ - يَسْجُدُ ) sajada - yasjudu.
    37. Bersungguh-sungguh ( اِجْتَهَدَ - يَجْتَهِدُ ) ijtahada - yajtahidu.
    38. Bertambah ( اِزْدَادَ - يَزْدَادُ ) izdaada - yazdaadu.
    39. Bertanya ( سَأَلَ - يَسْأَلُ ) sa`ala - yas`alu.
    40. Berteriak ( صَرَخَ - يَصْرُخُ ) sharakha - yashrukhu.
    41. Berubah ( تَغَيَّرَ - يَتَغَيَّرُ ) taghayyara - yataghayyaru.
    42. Berumroh ( اِعْتَمَرَ - يَعْتَمِرُ ) i'tamara - ya'tamiru.
    43. Berupaya ( سَعَى - يَسْعَى ) sa'aa - yas'aa.
    44. Berusaha ( حَاوَلَ - يُحَاوِلُ ) haawala - yuhaawilu.
    45. Berwudhu ( تَوَضَّاَ - يَتَوَضَّأُ ) tawadhdha`a - yatawadhdha`u.
    46. Bosan ( مَلَّ - يَمَلُّ ) malla - yamallu.
    47. Buang air besar ( تَغَوَّطَ - يَتَغَوَّطُ ) taghawwatha - yataghawwathu.
    48. Buang air kecil ( بَالَ - يَبُوْلُ ) baala - yabuulu.
    49. Datang ( جَاءَ - يَجِيْءُ ) jaa`a - yajii`u.
    50. Diam ( سَكَتَ - يَسْكُتُ ) sakata - yaskutu.
    51. Duduk ( جَلَسَ - يَجْلِسُ ) jalasa - yajlisu.
    52. Habis ( اِنْتَهَى - يَنْتَهِي ) intahaa - yantahii.
    53. Hadir ( حَضَرَ - يَحْضُرُ ) hadhara - yahdhuru.
    54. Hilang ( ضَاعَ - يَضِيْعُ ) dhaa'a - yadhii'u.
    55. Ingat ( تَذَكَّرَ - يَتَذَكَّرُ ) tadzakkara - yatadzakkaru.
    56. Ingin ( أَرَادَ - يُرِيْدُ ) araada - yuriidu.
    57. Jujur ( صَدَقَ - يَصْدُقُ ) shadaqa - yashduqu.
    58. Kehilangan ( اِفْتَقَدَ - يَفْتَقِدُ ) iftaqada - yaftaqidu.
    59. Keliling ( دَارَ - يَدُوْرُ ) daara - yaduuru.
    60. Keluar ( خَرَجَ - يَخْرُجُ ) kharaja - yakhruju.
    61. Lulus ( نَجَحَ - يَنْجَحُ ) najaha - yanjahu.
    62. Lupa ( نَسِيَ - يَنْسَى ) nasiya - yansaa.
    63. Makan ( أَكَلَ - يَأْكُلُ ) akala - ya`kulu.
    64. Mampu ( اِسْتَطَاعَ - يَسْتَطِيْعُ ) istathaa'a - yastathii'u.
    65. Mandi ( اِسْتَحَمَّ - يَسْتَحِمُّ ) istahamma - yastahimmu.
    66. Masuk ( دَخَلَ - يَدْخُلُ ) dakhala - yadkhulu.
    67. Melarang ( نَهَى - يَنْهَى ) nahaa - yanhaa.
    68. Meletakkan ( وَضَعَ - يَضَعُ ) wadha'a - yadha'u.
    69. Melihat ( رَأَى - يَرَى ) raa`a - yaraa.
    70. Melukai ( جَرَحَ - يَجْرَحُ ) jaraha - yajrahu.
    71. Memahami ( فَهِمَ - يَفْهَمُ ) fahima - yafhamu.
    72. Memasak ( طَبَخَ - يَطْبَخُ ) thabakha - yathbakhu.
    73. Memasukkan ( أَدْخَلَ - يُدْخِلُ ) adkhala - yudkhilu.
    74. Membaca ( قَرَأَ - يَقْرَأُ ) qara`a - yaqra`u.
    75. Membagi ( قَسَمَ - يَقْسِمُ ) qasama - yaqsimu.
    76. Membangun ( بَنَى - يَبْنِي ) banaa - yabnii.
    77. Membangunkan ( أَيْقَظَ - يُوْقِظُ ) ayqazha - yuuqizhu.
    78. Membantu ( سَاعَدَ - يُسَاعِدُ ) saa'ada - yusaa'idu.
    79. Membawa ( حَمَلَ - يَحْمِلُ ) hamala - yahmilu.
    80. Membayar ( دَفَعَ - يَدْفَعُ ) dafa'a - yadfa'u.
    81. Membebaskan ( أَطْلَقَ - يُطْلِقُ ) athlaqa - yuthliqu.
    82. Membeli ( اِشْتَرَى - يَشْتَرِي ) isytaraa - yasytarii.
    83. Membenci ( كَرِهَ - يَكْرَهُ ) kariha - yakrahu.
    84. Memberikan ( أَعْطَى - يُعْطِي ) a'thaa - yu'thii.
    85. Membersihkan ( نَظَّفَ - يُنَظِّفُ ) nazhzhafa- yunazhzhifu.
    86. Membuang ( رَمَي - يَرْمِي ) ramaa - yarmii.
    87. Membuat ( صَنَعَ - يَصْنَعُ ) shana'a - yashna'u.
    88. Membuka ( فَتَحَ - يَفْتَحُ ) fataha - yaftahu.
    89. Membutuhkan ( اِحْتَاجَ - يَحْتَاجُ إلى ) ihtaaja - yahtaaju ilaa.
    90. Memerangi ( حَارَبَ - يُحَارِبُ ) haaraba - yuhaaribu.
    91. Memeriksa ( فَحَصَ - يَفْحَصُ ) fahasha - yafhashu.
    92. Memerintah ( أَمَرَ - يَأْمُرُ ) amara - ya`muru.
    93. Memilih ( اِخْتَارَ - يَخْتَارُ ) ikhtaara - yakhtaaru.
    94. Meminang ( خَطَبَ - يَخْطِبُ ) khathaba - yakhthibu.
    95. Meminta ( طَلَبَ - يَطْلُبُ ) thalaba - yathlubu.
    96. Memohon ( سَأَلَ - يَسْأَلُ ) sa`aala - yas`alu.
    97. Memotong ( قَطَعَ - يَقْطَعُ ) qatha'a - yaqtha'u.
    98. Memukul ( ضَرَبَ - يَضْرِبُ ) dharaba - yadhribu.
    99. Memulai ( بَدَأَ - يَبْدَأُ ) bada`a - yabda`u.
    100. Menambah ( زَادَ - يَزِيْدُ ) zaada - yaziidu.
    101. Menangis ( بَكَى - يَبْكِي ) bakaa - yabkii.
    102. Menanti ( اِنْتَظَرَ - يَنْتَظِرُ ) intazhara - yantazihu.
    103. Menasehati ( نَصَحَ - يَنْصَحُ ) nashaaha - yanshahu.
    104. Mencapai ( بَلَغَ - يَبْلُغُ ) balagha - yablughu.
    105. Mencari ( بَحَثَ - يَبْحَثُ ) bahatsa - yabhatsu.
    106. Mencicipi ( ذَاقَ - يَذُوْقُ ) dzaaqa - yadzuuqu.
    107. Mencintai ( أَحَبَّ - يُحِبُّ ) ahabba - yuhibbu.
    108. Menciptakan ( خَلَقَ - يَخْلُقُ ) khalaqa - yakhluqu.
    109. Mencium ( قَبَّلَ - يُقَبِّلُ ) qabbalaa - yuqabbilu.
    110. Mencoba ( جَرَّبَ - يُجَرِّبُ ) jarraba - yujarribu.
    111. Mencuci ( غَسَلَ - يَغْسِلُ ) ghasala - yaghsilu.
    112. Mencukur ( حَلَقَ - يَحْلِقُ ) halaqa - yahliqu.
    113. Mendekati ( اِقْتَرَبَ - يَقْتَرِبُ ) iqtaraba - yaqtaribu.
    114. Mendengar ( سَمِعَ - يَسْمَعُ ) sami'a - yasma'u.
    115. Mendidik ( رَبَّي - يُرَبِّي ) rabbaa - yurabbii.
    116. Menemukan ( وَجَدَ - يَجِدُ ) wajada - yajidu.
    117. Menerka ( خَمَّنَ - يُخَمِّنُ ) khammana - yukhamminu.
    118. Mengajar ( دَرَّسَ - يُدَرِّسُ ) darrasa - yudarrisu.
    119. Mengambil ( أَخَذَ - يَأْخُذُ ) akhadza - ya`khudzu.
    120. Mengangkat ( رَفَعَ - يَرْفَعُ ) rafa'a - yarfa'u.
    121. Mengejek ( اِسْتَهْزَأَ - يَسْتَهْزِئُ ) istahza`a - yastahzi`u.
    122. Mengeluarkan ( أَخْرَجَ - يُخْرِجُ ) akhraja - yukhriju.
    123. Mengerjakan ( فَعَلَ  - يَفْعَلُ ) fa'ala - yaf'alu.
    124. Mengetahui ( عَرَفَ - يَعْرِفُ ) 'arafa - ya'rifu.
    125. Menggambar ( رَسَمَ - يَرْسُمُ ) rasama - yarsumu.
    126. Menggoreng ( قَلَا - يَقْلِي ) qalaa - yaqlii.
    127. Menghadap ( قَابَلَ - يُقَابِلُ ) qaabala - yuqaabilu.
    128. Menghibur ( سَلَّى - يُسَلِّي ) sallaa - yusallii.
    129. Menghitung ( حَسَبَ - يَحْسُبُ ) hasaba - yahsubu.
    130. Mengikuti ( اِتَّبَعَ - يَتَّبِعُ ) ittaba'a - yattabi'u.
    131. Mengingkari ( أَنْكَرَ - يُنْكِرُ ) ankara - yunkiru.
    132. Mengira ( ظَنَّ - يَظُنُّ ) zhanna - yazhunnu.
    133. Mengizinkan ( أَذِنَ - يَأْذَنُ ) adzina - ya`dzanu.
    134. Mengobati ( عَالَجَ - يُعَالِجُ ) 'aalaji - yu'aaliju.
    135. Mengubah ( غَيَّرَ - يُغَيِّرُ ) ghayyara - yughayyiru.
    136. Mengulangi ( أَعَادَ - يُعِيْدُ ) a'aada - yu'iidu.
    137. Mengurangi ( نَقَصَ - يَنْقُصُ ) naqasha - yanqushu.
    138. Menikah ( تَزَوَّجَ - يَتَزَوَّجُ ) tazawwaja - yatazawwaju.
    139. Menimpa ( أّصَابَ - يُصِيْبُ ) ashaaba - yushiibu.
    140. Meninggalkan ( تَرَكَ - يَتْرُكُ ) taraka - yatruku.
    141. Meniru ( قَلَّدَ - يُقَلِّدُ ) qallada - yuqallidu.
    142. Menjauhi ( اِبْتَعَدَ - يَبْتَعِدُ ) ibta'ada - yabta'idu.
    143. Menjawab ( أَجَابَ - يُجِيْبُ ) ajaaba - yujiibu.
    144. Menjual ( بَاعَ - يَبِيْعُ ) baa'a - yabii'u.
    145. Menolong ( نَصَرَ - يَنْصُرُ ) nashara - yanshuru.
    146. Mentaati ( أَطَاعَ - يُطِيْعُ ) athaa'a - yuthii'u.
    147. Menulis ( كَتَبَ - يَكْتُبُ ) kataba - yaktubu.
    148. Menutup ( أَغْلَقَ - يُغْلِقُ ) aghlaqa - yughliqu.
    149. Menyalakan ( أَشْعَلَ - يُشْعِلُ ) asy'ala - yusy'ilu.
    150. Menyapu ( كَنَسَ - يَكْنُسُ ) kanasa - yaknusu.
    151. Menyelam ( ُغَاصَ - يَغُوْص ) ghaasha - yaghuushu.
    152. Menyelisihi ( خَالَفَ - يُخَالِفُ ) khaalafa - yukhaalifu.
    153. Menyeterika ( كَوَى - يَكْوِي ) kawaa - yakwii.
    154. Menyiram ( سَقَى - يَسْقِي ) saqaa - yasqii.
    155. Menyusul ( لَحِقَ - يَلْحَقُ ) lahiqa - yalhaqu.
    156. Merapihkan ( رَتَّبَ - يُرَتِّبُ ) rattaba - yurattibu.
    157. Merasakan ( شَعَرَ - يَشْعُرُ ) sya'ara - yasy'uru.
    158. Merekam ( سَجَّلَ - يُسَجِّلُ ) sajjala - yusajjilu.
    159. Minum ( شَرِبَ - يَشْرَبُ ) syariba - yasyrabu.
    160. Naik ( صَعِدَ - يَصْعَدُ ) sha'ida - yash'adu.
    161. Pergi ( ذَهَبَ - يَذْهَبُ ) dzahaba - yadzhabu.
    162. Pulang ( رَجَعَ - يَرْجِعُ ) raja'a - yarji'u.
    163. Sakit ( مَرِضَ - يَمْرَضُ ) maridha - yamridhu.
    164. Sampai ( وَصَلَ - يَصِلُ ) washala - yashilu.
    165. Sedih ( حَزِنَ - يَحْزَنُ ) hazina - yahzanu.
    166. Shalat ( صَلَّى - يُصَلِّي ) shallaa - yushallii.
    167. Sisa/Tinggal ( بَقِيَ - يَبْقَى ) baqiya - yabqaa.
    168. Sombong ( تَكَبَّرَ - يَتَكَبَّرُ ) takabbara - yatakabbaru.
    169. Takjub ( تَعَجَّبَ - يَتَعَجَّبُ ) ta'ajjaba - yata'ajjabu.
    170. Terbang ( طَارَ - يَطِيْرُ ) thaara - yathiiru.
    171. Terkenal ( اِشْتَهَرَ - يَشْتَهِرُ ) isytahara - yasytahiru.
    172. Tersebar ( اِنْتَشَرَ - يَنْتَشِرُ ) intasyara - yantisyiru.
    173. Tertawa ( ضَحِكَ - يَضْحَكُ ) dhahika - yadh-haku.
    174. Tidur ( نَامَ - يَنَامُ ) naama - yanaamu.
    175. Turun ( نَزَلَ - يَنْزِلُ ) nazala - yanzilu.