Tampilkan postingan dengan label ipa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ipa. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 Desember 2017
nama nama planet
Planet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan lintasan tertentu dan garis tengah lebih besar dari 4,000 km. Dalam tata surya terdapat sembilan buah planet yaitu:
- 1. Merkurius.
- 2. Venus.
- 3. Bumi.
- 4. Mars.
- 5. Yupiter.
- 6. Saturnus.
- 7. Uranus.
- 8. Neptunus.
- 9. Pluto.
Penjelasan
1. Merkurius.
Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan matahari. Planet kedua yang terkecil. Karena letaknya paling dekat dengan matahari, planet ini juga termasuk planet yang paling terang setelah matahari. Tak mudah melihat merkurius dengan mata telanjang, harus menggunakan teropong bintang. Merkurius sering juga disebut dengan:- Bintang senja.
- Bintang pagi.
Jarak antara matahari dengan merkurius adalah 58 juta km. Kala rotasi merkurius 59 hari dan kala revolusinya 88 hari. Planet ini tidak memiliki satelit satu pun.
2. Venus
Venus adalah planet yang terletak antara merkurius dan bumi. Venus merupakan planet putih yang bercahaya terang. Nama lain dari venus adalah:- Bintang fajar.
- Bintang timur.
- Bintang kejora.
Jarak venus dan matahari adalah 108,2 juta km. Kala rotasi venus adalah 243 hari dan kala revolusinya 224,7 hari. Planet ini tidak memiliki satelit juga.
3. Bumi
Bumi adalah planet satu-satunya yang memiliki kehidupan karena bumi memiliki susunan gas yang terdiri dari nitrogen 78 persen, oksigen 21 persen dan sisanya dari gas-gas lain. Kala revolusi bumi adalah 365,25 hari dan kala rotasinya 24 jam. Planet ini memiliki satelit yang disebut bulan.4. Mars
Mars disebut juga dengan planet merah karena jika dilihat dengan mata atau teropong berwarna merah. Pada permukaan mars terdapat kawah-kawah dengan diameter yang mencapai 200 km. Temperatur permukaan mars mencapai 50-60 derajat celcius. Pada malam hari suhunya bisa mencapai 100 di bawah nol. Kala rotasi mars adalah 24,6 jam dan kala revolusinya 687 hari.Jarak mars dengan matahari adalah 247,1 juta km. Mars memiliki satelit:
- Phobos.
- Deimos.
5. Yupiter
Menurut orang Romawi kuno, yupiter adalah raja langit. Nama tersebut cocok karena yupiter adalah planet yang terbesar. Diameter planrt ini adalah 142.984 km. Jarak Yupiter ke matahari adalah 778 juta km. Kala revolusi planet ini adalah 11,9 tahun dan kala rotasinya 9 jam 55 menit.
Atmosfer yupiter terdiri dari hidrogen dan helium. Atmosfer planet ini memiliki ketebalan seribu km dan tidak ada batas yang jelas antara atmosfer dan permukaan planetnya. Planet ini memiliki 16 satelit diantaranya:
- Lo.
- Europa.
- Ganymeda.
- Callisto.
Yupiter memiliki berjuta satelit kecil yang membentuk cincin yang sangat tipis dan kelihatan transparan.
6. Saturnus
Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah yupiter. Planet ini termasuk planet yang indah untuk dipandang. Keindahannya dikarenakan adanya cincin yang melingkarinya terdiri dari bongkahan es dan kerikil yang dilapisi es.Diameter planet ini 120.536 dan jarak ke matahari 1.426 juta km, Kala revolusi 29,5 tahun dan kala rotasi 10,7 jam. Saturnus memiliki 18 satelit dan yang terbesar bernama Titan.
7. Uranus
Planet ini ditemukan oleh Wilhelm Herschell pada tahun 1781 di Inggris. Kala revolusi 84 tahun dan kala rotasi 17 jam. Planet ini berwarna hijau kebiru-biruan.Uranus memiliki 15 satelit dan ada 5 yang paling besar yaitu:
- Miranda.
- Ariel.
- Umbiel.
- Titania.
- Oberon.
8. Neptunus
Planet ini lebih besar dari bumi. Neptunus sering disebut dengan nama Kembaran Uranus dan sering disebut pila dengan nama Pemnuat Ulah karena sering beredar dengan meninggalkan garis edarnya.Keberadaan planet ini diramalkan oleh John Loweh Adan dari Inggris yang bekerjasama dengan Jean Joseph Le Verrier dari Prancis pada tahun1846. Planet tersebut diamati oleh Johan Lalle di Berlin. Jarak ke matahari 2.869 km. Kala rotasi 16 jam dan kala revolusi 165 tahun.
Neptunus memiliki 8 satelit dan ada 3 yang terbesar yaitu:
- Triton.
- Nereid.
- Proteus.
9. Pluto
Pluto merupakan planet terkecil dalam tata surya. Planet ini ditemukan oleh Clyde W. Yombough, seorang astronom Amerika Serikat pada tahun 1930.Rabu, 20 Desember 2017
lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral,
serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan,
dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan
bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat
diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan
mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).
Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.
Pada suatu lingkungan terdapat dua komponen penting pembentukannya sehingga menciptakan suatu ekosistem yakni komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik pada lingkungan hidup mencakup seluruh makluk hidup di dalamnya, yakni hewan, manusia, tumbuhan, jamur dan benda hidup lainnya. sedangkan komponen abiotik adalah benda-benda mati yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di sebuah lingkungan yakni mencakup tanah, air, api, batu, udara, dan lain sebaiganya.
Pengertian lingkungan hidup yang lebih mendalam menurut No 23 tahun 2007 adalah kesatuan ruang dengan semua benda atau kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan segala tingkah lakunya demi melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada di sekitarnya.
Berikut beberapa faktor secara mendalam yang menjadikan kerusakan lingkungan hidup.
Kerusakan lingkungan karena faktor manusia bisa berupa adanya penenbangan secara liar yang menyebabkan banjir ataupun tanah longsor, dan pembuangan sampah di sembarang tempat terlebih aliran sungai dan laut akan membuat pencemaran.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).
Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.
Konsep lingkungan di Indonesia
Lingkungan, di Indonesia sering juga disebut "lingkungan hidup". Misalnya dalam Undang-Undang no. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, definisi Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.A.F.A Pengertian lingkungan hidup bisa dikatakan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia atau makhluk hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan kompleks serta saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya.Pada suatu lingkungan terdapat dua komponen penting pembentukannya sehingga menciptakan suatu ekosistem yakni komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik pada lingkungan hidup mencakup seluruh makluk hidup di dalamnya, yakni hewan, manusia, tumbuhan, jamur dan benda hidup lainnya. sedangkan komponen abiotik adalah benda-benda mati yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di sebuah lingkungan yakni mencakup tanah, air, api, batu, udara, dan lain sebaiganya.
Pengertian lingkungan hidup yang lebih mendalam menurut No 23 tahun 2007 adalah kesatuan ruang dengan semua benda atau kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan segala tingkah lakunya demi melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada di sekitarnya.
Kerusakan lingkungan hidup
Kerusakan pada lingkungan hidup terjadi karena dua faktor baik fator alami ataupun karena tangan-tangan jahil manusia. Pentingnya lingkungan hidup yang terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan hal ini bisa menjadikan ekosistem serta kehidupan yang tidak maksimal pada lingkungan tersebut.Berikut beberapa faktor secara mendalam yang menjadikan kerusakan lingkungan hidup.
- Faktor alami
- Faktor buatan
Kerusakan lingkungan karena faktor manusia bisa berupa adanya penenbangan secara liar yang menyebabkan banjir ataupun tanah longsor, dan pembuangan sampah di sembarang tempat terlebih aliran sungai dan laut akan membuat pencemaran.
Upaya pelestarian
- Penanaman kembali hutan yang gundul
- Pencegahan terhadap buang sampah dan limbah di sembarang tempat
- Pemberian sanksi ketat terhadap pelaku pencemar lingkungan
- Menghentikan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan
- Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian tanah, air, udara dan lingkungan
Kelembagaan
Secara kelembagaan di Indonesia, instansi yang mengatur masalah lingkungan hidup adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (dulu: Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup) dan di daerah atau provinsi adalah Bapedal. Sedangkan di Amerika Serikat adalah EPA (Environmental Protection Agency). Selain itu, Pada 31 Agustus 2013, presiden Republik Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden No 62/2013 membentuk Badan Pengelola REDD+ (Reduksi Emisi dan Deforestasi dan Degradasi Hutanperkembangan makhluk hidup
A.
PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pertumbuhan merupakan peristiwa perubahan pada ukuran (volume) pada
makhluk hidup yang terjadi selama masa hidupnya sebagai dampak dari perbanyakan
sel dan pembesaran ukuran (volume) sel yang tidak dapat balik (irreversible)
yaitu tidak akan kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan dapat diukur dengan alat
ukur berat, panjang, dan jumlah yang disebut auksonometer (busur pertumbuhan).
Perkembangan merupakan proses makhluk hidup menuju tingkat
kedewasaan ditandai dengan adanya perubahan struktur dan fungsi masing-masing
organ hingga perubahan ini sangatlah kompleks. Suatu makhluk hidup dikatakan
dewasa ketika alat perkembangbiakannya secara kawin telah berfungsi.
Artikel Penunjang : Pengertian dan Ciri Ciri Makhluk Hidup
Perlu diketahui bahwa pertumbuhan dan perkembangan berjalan
beriringan sehingga jika suatu makhluk hidup mengalami pertumbuhan maka organ
lainnya pun menyesuikan diri dengan mengalami perkembangan. Pertumbuhan dan
perkembangan memiliki perbedaan yaitu :
| TABEL PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANG |
B. FAKTOR PENGARUH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pada makhluk hidup,
setiap pertumbuhan dan perkembangannya pasti merupakan sebuah hasil dari
interaksi antara faktor dalam dan faktor luar. Faktor ini bisa jadi membantu
maupun mengurangi responnya terhadap pertumbuhan maupun perkembangan. Berikut faktor
pengaruh pertumbuhan dan perkembangan ;
1. Faktor Luar
Faktor luar merupakan faktor
yang dapat dilihat maupun di rasakan disekeliling makhluk hidup.
a. Makanan dan nutrisi
Makanan merupakan salah
satu bahan penting yang dibutuhkan tubuh sebabgia sumber energy dalam proses
pembentukan metabolism tubuh. Kualitas maupun kuantitas makanan sangat
berpengaruh baik dalam pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, seiring
meningkatnya pertumbuhan dan perkembangan baik pada tumbuhan, hewan dan
manusia, semakin banyak gizi yang dibutuhkan dan harus terpenuhi untuk mencapai
pertumbuhan dan perkembangan yang mendekati sempurna. Seperti manusia yang
membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral untuk memicu
pertumbuhan dan perkembangan yang baik dan cepat.
b. Cahaya
Cahaya sangat berpengaruh
pada pertumbuhan dan perkembangan khususnya pada tumbuhan dimana tumbuhan
membutuhkan fotosintesis untuk pembuatan makanannya sendiri. Fotosintesis tidak
akan bekerja tanpa adanya cahaya matahari. Tetapi cahaya juga dapat menghambat
pertumbuhan dikarenakan cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat di
ujung batang, hal ini menyebabkan kecambah yang tumbuh di tempat gelap cnderung
lebih panjang tetapi nutrisinya lebih sedikit.
c. Suhu
Suhu yang sesuai sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan yang disebut sebagi suhu
optimum. Meskipun hewan dan manusia memiliki suhu tertentu yang sesuai, mereka
tetap bisa bertahan dan menyesuaikan diri dengan suhu tertentu. Berbeda dengan
tumbuhan yang menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadapsuhu. Hal ini
disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti
penyerapa air, fotosintesis, penguapan dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi
oleh suhu.
d. Oksigen
Oksigen diperlukan organisme
untuk pernafasan. Oksigen juga digunakan untuk membakar zat makanan agar
menghasilkan energi yang kemudian dapat digunakan untuk beraktivitas.
e. Air dan Kelembaban
Tanpa air khususnya
setiap makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup. Air merupakan sarana
berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Contohnya tubuh manusia yang
kekeurangan air cenderung tidak sehat dan bisa menyebabkan dehidrasi jika terus
menerus kekurangan air. Begitupun tumbuhan, kondisi tanah yang tersiram air
atau lembab sangat membantu pertumbuhan tumbuhan yang mempengaruhi pemanjangan
sel dan dapat mempertahankan stabilitas bentuk sel.
2. Faktor Dalam
a. Gen
Makhluk hidup pastilah
membawa substansi atau sifat yang diturunkan dari induknya. Hal ini disebut
gen. gen mempengaruhi cirri dan sifat makhluk hidup dalam segi bentuk tubuh,
tingg tubuuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah dan lain
sebagainya. Gen juga mengambil andil dalam menentukan kemampuan metabolism
makhluk hidup. Tumbuhan, hewan maupun manusia memiliki gen yang baik akn tumbuh
dan berkembang dengan baik pula.
b. Hormon
Hormon merupakan zat yang
berfungsi untuk mengendalikan berbagai macam respon dalam tubuh. Meskipun
jumlahnya kecil, hormon memberikan pengaruh yang sangat besar dan nyata dalam
pengaturan berbagai macam proses dalam tubuh mahluk hidup. Hormon yang terdapat
dalam tubuh tumbuhan,hewan dan manusia berbeda-beda bergantung pada fungsinya
masing-masing.
Artikel Penunjang : Hormon : Pengertian, Fungsi, Struktur, Jenis
C. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN
Pada tumbuhan,
pertumbuhan dan perkembangan sudah dimulai sejak perkecambahan biji yang
kemudian akan tumbuh menjadi tumbuhan kecil yang sempurna. Setelah tumbuh pada
jangka waktu tertentu, tumbuhan akan berkembang membentuk bunga dan buah.
Terdapat hormon khusus
yang berperan untuk pertumbuhan, pembelakan sel, pemenjangan sel, dan ada yang
menghambat pertumbuhan. Berikut hormonnya;
1. Auksin
Auksin merupakan hormon
tumbuh yang pertama kali ditemukan pada ujung koleoptil kecambah gandum oleh
Went. Auksin adalah senyawa indol asam asetat yang merupakan sekresi titik
tumbuh tanaman seperti tunas, daun muda, bunga, buah cambium dan ujung akar.
Fungsi auksin sebagai hormon perangsang perpanjangan sel batang dan menghambat
perpanjangan sel akar, merangsang pertumbuhan akar lateral atau samping dan
akar serabut sehingga meningkatkan penyerapan air dan mineral dalam tanah,
mempercepat aktivitas pembelahan sel, menyebabkan fase diferensiasi, serta
merangsang pertumbuhan bunga dan buah.
2. Giberelin
Giberelin merupakan zat
tumbuh yang memiliki sifat mirip dengan hormon auksin. Zat ini dihasilkan oleh
sejenis jamur Giberella fujikuroi atau Fusarium moniliformae ditemukan oleh F.
Kurusawa. Sifatnya dapat mempengaruhi pemanjangan dan pembelahan sel. Tumbuhan
kerdil yang diberikan hormon ini akan tumbuh kembali dengan normal.
3. Sitokinin
Hormon ini ditemukan pada
batang tembakau yang fungsinya untuk merangsang pembelahan sel dengan cepat,
memperkecil dominasi apical, mengatur pembentukan bunga dan buah, membantu
proses pertumbuhan akar dan tunas pada pembuatan kultur jaringan dan menunda
pengguguran daun.
4. Asam Absisat
Hormon ini menghambat
pertumbuhan tanaman dengan mengurangi kecepatan pembelahan maupun perbesaran
sel. Hormon ini bekerja pada tumbuhan yang berada pada kondisi yang tidak baik
sehingga tumbuhan mampu bertahan hidup. Contohnya pengguguran daun pada musim
kering.
5. Gas Etilen
Gas etilen adalah hormon
yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua. Contohnya buah yang sudah masak tapi
masih hijau jika disimpan dalam kantong tertutup maka akan cepat masak. Gas
etilen juga menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kokoh.
6. Asam Traumalin
Hormon ini membentuk sel
tubuh baru bagi tumbuhan yang terluka atau patah.
7. Kalin
Hormon ini berpengaruh
pada proses fisiologi pembentukan organ tubuh dan dapat merangsang pembentukan
organ tubuh. Berdasarkan
bagian-bagiannya, kalin dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu kaulokalin
(proses pembentukan batang), Rhyzekalin (merangsang pembentukan akar, filokalin
(merangsang pertumbuhan daun) dan antokalin ( merangsang pembentukan bunga).
Pertumbuhan pada tumbuhan
terjadi di sekitar daerah meristematis atau titik tumbuh yaitu bagian yang
mengandung jaringan meristem. Jaringan ini biasanya terletak di ujung batang,
ujung akar dan cambium. Jaringan meristem yang ada di ujunh batang atau akar
menghasilkan pola pertumbuhan yang berbeda dengan jaringan meristem yang ada di
cambium karenaitulah terdapat dua jenis pertumbuhan yaitu ;
a. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer
terjadi akibat aktivitas jaringan meristem primer atau meristem apical. Titik
tumbuh primer terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio. Jaringan ini
terdapat pada ujung akar dan ujung batang yang menyebabkan keduanya bertambah
panjang. Pada titik tumbuh, pertumbuahn terjadi secara bertahap yaitu daerah
pembelahan biasanya terletak di bagian ujung dimana sel-sel baru terus-menerus
dihasilkan melalui proses pembelahan sel, daerah perpanjangan biasanya terletak
dibelakang daerah pembelahan dimana sel-sel hasil pembelahan akan terus tumbuh
hingga ukurannya bertambah besar dan daerah diferensiasi yang terletak di
belakang daerah pemanjangan dimana sel-sel yang telah tumbuh mengalami
perubahan bentuk dan fungsi sebagian sel menjadi epidermis, korteks, xylem, dan
floem dan sebagian lagi membentuk parenkim, kolenkim dan sklerenkim..
b. Pertumbuhan Sekunder
Jaringan meristem
sekunder adalah jaringan cambium pada batang tumbuhan dikotil dan Gymnosperm.
Sel-sel jaringan cambium terus membelah dimana pembelahan kea rah dalam
membentuk xylem atau kayu sedangkan pembelahan ke luar membentuk floem atau
kulit kayu. Akibat aktivitas jaringan meristem pada cambium, diameter batang
dan akar bertambah besar. Tumbuhan monokotil tidak melewati masa pertumbuhan
sekunder karena tidak memiliki cambium. Pertumbuhan sekunder ini membentuk
lingkaran tahun pada batang tumbuhan.
D. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN
Pertumbuhan dan
perkembangan pada hewan diawali sejak terbentuknya zigot dari proses pembuahan
dan terus terjadi hingga hewan mencapai usia dewasa. Oleh karena itu,
pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dibedakan menjadi 2 fase utama yaitu ;
1. Embrionik
Fase ini merupakan
pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari zigot sampai terbentuknya embrio
sebelum lahir atau menetas. Fase embrionik meliputi beberapa tahap yakni
pembelahan dan blastulasi, grastulasi, morfogenesis, diferensiasi, spesialisasi
jaringan dan imbas atau induk embrionik serta organogenesis.
Sel zigot sebagai hasil
pembuahan akan segera membelah berulang-ulang. Dalam proses pembelahan ini
disertai perubahan yang akhirnya terbentuk embrio.pada wal pembentukan embrio
ini dihasilkan berbagi tipe sel yang mempunyai struktur dan fungsi berbeda.
Proses ini disebut diferensiasi. Perbedaan struktur dan fungsi sel tersebut
sangat menentukan bentuk akhir hewan tersebut sebagai individu baru.
2. Pasca Embrionik
Fase ini merupakan
pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai sejak lahir hingga hewan tersebut
menetas. Fase ini hanya meliputi dua hal yaitu metamorphosis dan regenerasi.
Pertumbuhan hewan sangat
berbeda dengan pertumbuhan pada tumbuhan. Pada hewan, pertumbuhan dan
perkembangan hanya terjadi selama masa perkembangan hingga masa dewasa. Pada
hewan,semenjak lahir atau menetas telah diketahuai bentuk kasar pada masa
dewasanya. Perubahan embrionik pada hewan biasanya hanya berupa perubahan
ukuran tubuh.
Pada hewan, terdapat dua jenis perubahan yang berpengaruh terhadap
jenis-jenis tertentu yaitu metamorphosis dan metagenesis. Untuk lebih memahami
kedua jenis ini, berikut penjelasannya.
a. Metamorfosis
Metamorphosis adalah peristiwa
perubahan bentuk tubuh secara bertahap dimulai dari larva sampai dewasa.
Artikel Penunjang : Metamorfosis : Pengertian, Proses, JenisBerdasarkan prosesnya dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Metamorfosis tak sempurna
(Hemimetabola)
Ketika seekor yang
mengalami metamorphosis tidak sempurna, bentuk serangga yang baru menetas tidak
jauh beda dengan bentuk serangga dewasa. Perbedaannya terletak pada ada
tidaknya sayap. Sayap akan tumbuh seiring dengan bertambah dewasanya serangga
tersebut.
Gambaran dan contoh metamorphosis tak sempurna
2. Metamorfosis sempurna
Fase-fase pada
metamorphosis sempurna ditandai dengan adanya fase yang disebut pupa atau
kepompong ataupun telur. Bentuk larva sangat berbeda dengan serangga atau hewan
dewasa.
3. Metagenesis
Beberapa jenis hewan maupun tumbuhan
ada yang mengalami proses metagenesis. Metagenesis adalah proses pergiliran
hidup yaitu antara fase seksual dan aseksual. Hewan dan tumbuhan yang mengalami
metagenesis akan mengalami dua fase kehidupan yaitu fase reproduksi secara
seksual dan fase reproduksi secara aseksual. Metageneis tumbuhan dapat diamati
langsung pada tumbuhan tak berbiji paku dan lumut. Beberapa hewan tingkat
rendah juga mengalami metagenesis contohnya obelia dan Aurelia. Perhatikan
metagenesis ubur-ubur (Aurelia). Ubur-ubur memiliki 2 fase yaitu fase menempel
(polip) dan fase bergerak bebas (medusa).
Hormon mengambil andil yang sangat
banyak dalam pertumbuhan hewan. Berikut hormon yang mempengaruhinya :
Tiroksin, mengendalikan
pertumbuhan hewan. Contohnya, merangsang dimulainya proses metamorphosis pada
katak.
Somatomedin, mempengaruhi
pertumbuhan tulang hewan.
Ekdison dan juvenile,
mempengaruhi perkembangan fase larva dan dewasa khususnya pada invertebrate.
![]() |
| FASE LARVA MAKHLUK HIDUP |
Diferensiasi pada zigot hingga
terbentuknya berbagai jenis sel pada hewan atau manusia, (a) fertilasi (b)
zigot (c) pembelahan zigot (d) embrio
(e) jaringan dewasa hasil diferensiasi
E. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA
MANUSIA
Manusia merupakan makhluk
hidup yang tumbuh dan berkembang dengan bantuan manusia lainnya. Proses
pembentukan manusia diawali dengan proses pembuahan yaitu pertemuan sel telur
dan sel sperma. Inti sel sperma akan melebur dengan inti sel telur dan
terbentuk sebuah sel baru yang disebut zigot. Zigot ini akan membelah diri
menjasi 2 sel, 4 sel, 8 sel 16 sel, 32 sel, dan seterusnya serta berkembang
menjadi embrio yang kemudian menjadi janin dalam rahim ibu. Perkembangan janin
selama 9 bulan di dalam rahim dibagi dalam 3 tahap dimana lama setiap tahapnya
yaitu 3 bulan.
1. Trisemester pertama
Tiga bulan pertama embrio
berkembang menjadi janin yang panajngnya kurang lebih 5,5 cm. janinnya sudah
mulai berbentuk manusia walaupun ukuran kepalanya sangat besar. Di akhir
trisemester pertama, janian mulai bisa menggerakkan tangan dan kaki.
2. Trisemester kedua
Tiga bulan kedua, janin
sudah semakin berkembang dan panjangnya mencapai kurang lebih 19cm. tangan
kakinya mulai berkembang, muka tumbuh memanjang. Pada tiga bulan kedua detak
jantung janin bisa diseteksi. Gerakan janin mulai aktif.
3. Trisemester ketiga
Tiga bulan ketiga terjadi
pertumbuhan ukuran janin sangat cepat. Ukuran tubuhnya sudah proporsional
seperti bayi. Karena ukuran bayi telah membesar, janin tidak lagi bisa bergerak
aktif. Menjelang kelahiran pada umumnya bayi mencapai panjang sekitar 50cm dan
kepalanya telah mengarah ke bawah rahim.
Artikel Penunjang : Kehamilan : Pengertian, Perkembangan, Proses, Tanda
Setelah bayi lahir, bayi
telah memiliki organ dan sistem organ sebagaimana orang dewasa, namun organ
organ tersebut belum matang atau belum bisa difungsikan dengan baik. Setelah
ini maka pertumbuhan dan perkembangan akan terus berlanjut. Dimana pertumbuhan
biasanya berhenti pada umur 18-20tahun. Tahap perkembangan manusia ada 5, yaitu
:
1. Balita
Pada saat balita, kita
sudah mulai mengenal lingkungan. Balita membutuhkan perhatian khusus dari orang
tua karena belum bisa mengerjakan apapun sendiri. Mulai senang bermain, manja,
cenderung keras kepala. Balita membutuhkan zat gizi yang banyak untuk
perkembangan yang baik. Hormon pertumbuhan perlahan meningkat secara bertahap.
Pada usia 1 atau 2 tahun, bayi akan mulai belajar berjalan dan mengendalikan
fungsi anggota tubuh lainnya seperti tangan, kepala, mulut.Organ-organ tersebut
akan semakin matang pada saat usia anak-anak. Pada saat usia masuk sekolah
(sekitar usia 5 tahun), perkembangan organ anak biasanya sudah cukup matang,
kecuali organ reproduksi.
2. Kanak-kanak
Pada masa kanak-kanak,
gigi susu mulai tanggal dan gigi permanen mulai tumbuh. Daya ingatnya kuat,
mudah menghafal tetapi juga mudah melupakan. Mulai pengertian karena kemampuan
logikanya mulai berkembang.
3. Remaja
Masa remaja adalah masa
yang paling berpengaruh. Dimana manusia mulai mudah cemas dan bingung bila
adanya perubahan psikis, selalu ingin mencoba hal baru, mulai adanya perubahan
bentuk fisik, mulai menghasilkan hormon reproduksi, alat kelamin mulai berkembang
dan hormon pertumbuhan terus dihasilkan.
4. Dewasa – Daya pikir
cepat (18-60 tahun)
Saat menginjak masa
dewasa, daya pikir manusia cenderung cepat, bersikap kritis, sudah menetapkan
lingkungan yang dianggap cocok, organ reproduksi sudah matang dan sempurna
serta hormon pertumbuhan tidak lagi dihasilkan.
5. Manula
Daya pikir mulai
melambat, lebih sensitive, rambut memutih, kulit keriput, gigi mulai tanggal
dan bisa jadi ompong, mata mulai rabun dan pada wanita khususnya mulai
mengalami masa menopause.
Pada manusia, terdapat
beberapa hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya yaitu :
ciri ciri makhluk hidup
CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP – Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan makhluk hidup yang ada di Bumi. Terdapat banyak sekali jenis makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan yang tinggal berdampingan bersama manusia. Manusia membuat sistem klasifikasi makhluk hidup 5 kingdom agar lebih mudah mempelajarinya.
Terdapat berbagai ukuran, bentuk, kebiasaan, ekosistem, dan cara hidup yang dimiliki setiap kingdom makhluk. Walaupun demikian semua makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakan dirinya dengan makhluk tak hidup atau benda mati. Apa sajakah ciri-ciri makhluk hidup? Berikut penjelasan mengenai ciri-ciri makhluk hidup.
1. Bernapas (Respirasi)
Menghirup Napas Menghirup Napas (quickanddirtytips.com)
Bernapas atau respirasi pada manusia dapat diartikan sebagai proses memasukkan oksigen ke dalam paru-paru dan mengeluarkan gas zat-zat sisa. Di dalam sistem pernapasan manusia terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida.
Oksigen akan digunakan untuk proses metabolisme tubuh dan menghasilkan energi. Sisa-sisa metabolisme berupa gas karbondioksida selanjutnya akan dialirkan ke paru-paru dan dikeluarkan melalui hidung. Oksigen dialirkan ke seluruh tubuh melalui media darah. Sedangkan karbondioksida dialirkan dari seluruh tubuh menuju paru-paru.
Bukan hanya manusia saja yang memerlukan proses pernapasan. Tumbuhan membutuhkan udara untuk menghasilkan makanan dan hewan juga memerlukan udara seperti halnya manusia. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah bernapas.
Sistem pernapasan pada setiap makhluk hidup tidaklah sama, karena disesuaikan habitat dia hidup dan jenis makhluk hidup tersebut. Sebagai contoh hewan yang hidup di darat seperti kucing bernapas menggunakan paru-paru. Sedangkan hewan yang hidup di laut seperti ikan bernapas menggunakan insang.
2. Bergerak Cheetah Berlari Cheetah Berlari (pixabay.com) Bergerak dapat diartikan sebagai berpindahnya sebagian atau seluruh bagian tubuh makhluk hidup karena adanya rangsangan internal atau pun eksternal. Mari kita amati hewan seperti kuda dan lumba-lumba. Kedua jenis hewan ini mampu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Cara bergerak kuda tentu berbeda dengan cara bergerak lumba-lumba. Kuda berjalan dan berlari menggunakan kaki. Sedangkan lumba-lumba berenang menggunakan sirip dan ekornya. Hewan-hewan lainnya juga dapat bergerak dengan cara melata, terbang, melompat, dan lain sebagainya. Alat gerak yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup juga bervariasi tergantung habitat dan jenisnya. Sehingga dapat diartikan bahwa ciri-ciri makhluk hidup adalah bergerak. Semua organisme bisa bergerak, namun tidak seluruh benda yang bergerak termasuk makhluk hidup. Karena harus memenuhi terlebih dahulu 9 ciri-ciri makhluk hidup.
3. Membutuhkan Makanan atau Nutrisi ciri-ciri makhluk hidup Memberi Makan Burung (pixabay.com) Ciri-ciri makhluk hidup yang ketiga adalah membutuhkan makanan atau nutrisi. Misalkan manusia merasa sangat lapar pasti ia akan berupaya untuk mencari makanan. Begitu pun juga dengan hewan yang membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Jika Anda mempunyai hewan peliharaan, setiap hari pasti Anda memberinya makanan. Bagaimana hewan yang hidup di alam, bebas? Mereka juga akan berusaha mencari makanan sendiri agar bisa terus hidup. Berdasarkan jenis makanannya hewan dapat dibagi menjadi 3 golongan. Pertama, hewan karnivora yang memakan daging. Kedua, herbivora adalah hewan yang memakan tumbuh-tumbuhan. Terakhir, hewan omnivora yang memakan daging dan tumbuhan. Lalu bagaimana dengan tumbuhan? Tumbuhan juga membutuhkan nutrisi atau makanan untuk menunjang kehidupannya. Agar bisa mendapat makanan tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Melalui proses tersebut tumbuhan mampu menghasilkan makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari. Selain cahaya matahari, diperlukan juga air dan karbondioksida.
4. Tumbuh dan Berkembang Mengukur Tinggi BadanMengukur Tinggi Badan (flanderstoday.eu) Manusia dikatakan tumbuh ketika tubuhnya semakin bertambah tinggi. Perubahan bentuk tubuh terjadi akibat sel-sel dalam tubuh jumlahnya semakin banyak, sehingga volume tubuh menjadi bertambah. Pertumbuhan bersifat irreversibel yang artinya jika Anda bertambah tinggi maka tidak akan mungkin kembali menjadi pendek. Sementara itu berkembang merupakan proses perubahan menuju kedewasaan. Sebagai contoh perkembangan katak. Awalnya telur ktak menetas dan berubah menjadi berudu, lalu berubah menjadi katak berekor, kemudian menjadi katak muda, dan terakhir berubah menjadi katak dewasa. Pertumbuhan yang terjadi pada manusia dan hewan bersifat terbatas, artinya kita hanya bisa tumbuh sampai usia tertentu dan setelah itu pertumbuhannya akan terhenti. Sedangkan pertumbuhan pada tumbuhan biasanya tidak memiliki batasan usia, maknanya tumbuhan akan selalu tumbuh seumur hidupnya.
5. Berkembang Biak (Reproduksi) Berkembang biak sebgai ciri ciri makhluk hidupBadak Hitam dari Afrika Barat yang Punah (huffingtonpost.com) Berkembang biak atau reproduksi merupakan proses menghasilkan keturunan. Anda pasti mengetahui bahwa semua makhluk hidup tidak dapat hidup selamanya. Demi melestarikan jenisnya, setiap makhluk hidup dibekali kemampuan untuk melakukan reproduksi. Makhluk hidup memiliki dua cara untuk berkembang biak, yaitu secara seksual atau generatif dan secara aseksual atau vegetatif. Perkembangbiakan secara generatif diawali dengan tahap peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Contohnya adalah unggas bertelur, mamalia melahirkan, dan tumbuhan menghasilkan biji. Sedangkan perkembangbiakan secara aseksual tidak melalui tahap peleburan dua jenis sel kelamin. Sebagai contoh makhluk hidup dari kingdom protozoa yaitu Amoeba. Makhluk ini berkembang biak dengan cara membelah diri. Contoh lainnya adalah tumbuhan yang berkembang biak dengan cara dicangkok, stek, tempel, dan merunduk.
6. Peka Terhadap Rangsangan (Iritabilita) ciri ciri makhluk hidupFotonasti (wikimedia.org) Supaya bisa bertahan hidup, seluruh makhluk hidup harus bisa menghadapi perubahan lingkungan. Contohnya secara spontan Anda akan memejamkan mata saat ada benda yang tiba-tiba mendekat ke arah Anda. Contoh lainnya jika ada seekor lalat yang hinggap di belakang tubuh sapi, maka secara spontan ia akan mengibaskan ekornya. Hewan dan manusia memiliki indera yang berfungsi untuk mengetahui adanya rangsangan. Kita sebagai manusia telah diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa lima indra atau panca indera. Kita telah diberi mata untuk melihat, hidung untuk mencium bau, lidah untuk merasa, telinga untuk mendengar, dan kulit sebagai indera peraba. Tumbuhan juga peka terhadap rangsangan. Contohnya gerakan tumbuhan yang mendekat ke arah datangnya cahaya yang dikenal dengan nama fotonasti. Akibat cahaya matahari bagian batang tumbuhan menjadi berbelok ke arah datangnya matahari. Adalagi gerakan seismonasti yaitu daun putri malu yang akan tertutup jika disentuh oleh tangan. Berdasarkan contoh-contoh dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa peka terhadap rangssangan termasuk ciri-ciri makhluk hidup.
7. Melakukan Metabolisme ciri-ciri makhluk hidupTumbuhan Paku (pixabay.com) Metabolisme merupakan proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Hal-hal yang terkait dengan proses metabolisme adalah sistem pernapasan dan ekskresi. Pada sistem pernapasan tumbuhan, gas karbon dioksida dan air dipakai dalam proses kimia berupa fotosintesis. Pada proses ini air dan karbon dioksida melalui bantuan sinar matahari mengalami perubahan sehingga menjadi oksigen dan glukosa. Adapun reaksi kimia yang terjadi dalam fotosintesis adalah sebagai berikut. reaksi fotosintesis Manusia dan hewan juga melakukan proses metabolisme agar menghasilkan energi yang berguna untuk melakukan reproduksi, perkembangan, pertumbuhan, dan bergerak. Proses metabolisme dibagi menjadi 2, yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme merupakan proses metabolisme yang merubah beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kompleks. Contohnya adalah proses fotosintesis pada tumbuhan hijau. Sedangkan katabolisme adalah proses penguraian senyawa kimia kompleks. Contohnya penguraian zat gula menjadi air dan CO2 pada manusia.
8. Mengeluarkan Zat-zat Sisa (Ekskresi) ciri-ciri makhluk hidupBerkeringat (forbes.com) Semua makhluk hidup mengeluarkan zat sisa yang bisa berbahaya dan meracuni tubuhnya. Organ ekskresi pada manusia terdiri dari paru-paru, kulit, ginjal, dan anus. Paru-paru mengeluarkan zat sisa yang berbentuk gas karbon dioksida dan uap air. Kulit mengeluarkan zat sisa berbentuk keringat yang tersusun atas air, urea, dan garam. Ginjal mengekskresikan zat sisa berupa urin yang tersusun atas air, garam, dan urea. Anus adalah bagian paling akhir dalam sistem pencernaan yang berfungsi untuk mengeluarkan feses. Hewan juga melakukan ekskresi dengan cara yang sama seperti manusia. Lalu bagaimana cara tumbuhan mengeluarkan zat-zat sisa? Pengeluaran zat sisa berupa gas oksigen pada tumbuhan dilakukan melalui bagian stomata dan lentisel. Jadi,
telah terbukti bahwa mengelurakan zat sisa termasuk ciri-ciri makhluk hidup.
9. Menyesuaikan Diri Terhadap Lingkungannya (Adaptasi) Kuda nilKuda Nil Berendam di Lumpur (pixabay.com) Adaptasi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan agar mampu bertahan hidup di habitatnya. Contoh adaptasi pada hewan adalah adanya berbagai bentuk paruh dan kaki pada burung yang berkaitan dengan jenis makanan dan tempat ia tinggal. Sedangkan contoh adaptasi pada tumbuhan adalah terdapat berbagai macam bentuk daun pada tumbuhan yang yang disesuaikan dengan tempat hidupnya. Dikarenakan tumbuhan ada yang hidup di daerah lembap, berair, dan kering. Adaptasi juga dapat berupa perilaku, seperti kuda nil yang berendam di lumpur ketika sedang kepanasan.
2. Bergerak Cheetah Berlari Cheetah Berlari (pixabay.com) Bergerak dapat diartikan sebagai berpindahnya sebagian atau seluruh bagian tubuh makhluk hidup karena adanya rangsangan internal atau pun eksternal. Mari kita amati hewan seperti kuda dan lumba-lumba. Kedua jenis hewan ini mampu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Cara bergerak kuda tentu berbeda dengan cara bergerak lumba-lumba. Kuda berjalan dan berlari menggunakan kaki. Sedangkan lumba-lumba berenang menggunakan sirip dan ekornya. Hewan-hewan lainnya juga dapat bergerak dengan cara melata, terbang, melompat, dan lain sebagainya. Alat gerak yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup juga bervariasi tergantung habitat dan jenisnya. Sehingga dapat diartikan bahwa ciri-ciri makhluk hidup adalah bergerak. Semua organisme bisa bergerak, namun tidak seluruh benda yang bergerak termasuk makhluk hidup. Karena harus memenuhi terlebih dahulu 9 ciri-ciri makhluk hidup.
3. Membutuhkan Makanan atau Nutrisi ciri-ciri makhluk hidup Memberi Makan Burung (pixabay.com) Ciri-ciri makhluk hidup yang ketiga adalah membutuhkan makanan atau nutrisi. Misalkan manusia merasa sangat lapar pasti ia akan berupaya untuk mencari makanan. Begitu pun juga dengan hewan yang membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Jika Anda mempunyai hewan peliharaan, setiap hari pasti Anda memberinya makanan. Bagaimana hewan yang hidup di alam, bebas? Mereka juga akan berusaha mencari makanan sendiri agar bisa terus hidup. Berdasarkan jenis makanannya hewan dapat dibagi menjadi 3 golongan. Pertama, hewan karnivora yang memakan daging. Kedua, herbivora adalah hewan yang memakan tumbuh-tumbuhan. Terakhir, hewan omnivora yang memakan daging dan tumbuhan. Lalu bagaimana dengan tumbuhan? Tumbuhan juga membutuhkan nutrisi atau makanan untuk menunjang kehidupannya. Agar bisa mendapat makanan tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Melalui proses tersebut tumbuhan mampu menghasilkan makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari. Selain cahaya matahari, diperlukan juga air dan karbondioksida.
4. Tumbuh dan Berkembang Mengukur Tinggi BadanMengukur Tinggi Badan (flanderstoday.eu) Manusia dikatakan tumbuh ketika tubuhnya semakin bertambah tinggi. Perubahan bentuk tubuh terjadi akibat sel-sel dalam tubuh jumlahnya semakin banyak, sehingga volume tubuh menjadi bertambah. Pertumbuhan bersifat irreversibel yang artinya jika Anda bertambah tinggi maka tidak akan mungkin kembali menjadi pendek. Sementara itu berkembang merupakan proses perubahan menuju kedewasaan. Sebagai contoh perkembangan katak. Awalnya telur ktak menetas dan berubah menjadi berudu, lalu berubah menjadi katak berekor, kemudian menjadi katak muda, dan terakhir berubah menjadi katak dewasa. Pertumbuhan yang terjadi pada manusia dan hewan bersifat terbatas, artinya kita hanya bisa tumbuh sampai usia tertentu dan setelah itu pertumbuhannya akan terhenti. Sedangkan pertumbuhan pada tumbuhan biasanya tidak memiliki batasan usia, maknanya tumbuhan akan selalu tumbuh seumur hidupnya.
5. Berkembang Biak (Reproduksi) Berkembang biak sebgai ciri ciri makhluk hidupBadak Hitam dari Afrika Barat yang Punah (huffingtonpost.com) Berkembang biak atau reproduksi merupakan proses menghasilkan keturunan. Anda pasti mengetahui bahwa semua makhluk hidup tidak dapat hidup selamanya. Demi melestarikan jenisnya, setiap makhluk hidup dibekali kemampuan untuk melakukan reproduksi. Makhluk hidup memiliki dua cara untuk berkembang biak, yaitu secara seksual atau generatif dan secara aseksual atau vegetatif. Perkembangbiakan secara generatif diawali dengan tahap peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Contohnya adalah unggas bertelur, mamalia melahirkan, dan tumbuhan menghasilkan biji. Sedangkan perkembangbiakan secara aseksual tidak melalui tahap peleburan dua jenis sel kelamin. Sebagai contoh makhluk hidup dari kingdom protozoa yaitu Amoeba. Makhluk ini berkembang biak dengan cara membelah diri. Contoh lainnya adalah tumbuhan yang berkembang biak dengan cara dicangkok, stek, tempel, dan merunduk.
6. Peka Terhadap Rangsangan (Iritabilita) ciri ciri makhluk hidupFotonasti (wikimedia.org) Supaya bisa bertahan hidup, seluruh makhluk hidup harus bisa menghadapi perubahan lingkungan. Contohnya secara spontan Anda akan memejamkan mata saat ada benda yang tiba-tiba mendekat ke arah Anda. Contoh lainnya jika ada seekor lalat yang hinggap di belakang tubuh sapi, maka secara spontan ia akan mengibaskan ekornya. Hewan dan manusia memiliki indera yang berfungsi untuk mengetahui adanya rangsangan. Kita sebagai manusia telah diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa lima indra atau panca indera. Kita telah diberi mata untuk melihat, hidung untuk mencium bau, lidah untuk merasa, telinga untuk mendengar, dan kulit sebagai indera peraba. Tumbuhan juga peka terhadap rangsangan. Contohnya gerakan tumbuhan yang mendekat ke arah datangnya cahaya yang dikenal dengan nama fotonasti. Akibat cahaya matahari bagian batang tumbuhan menjadi berbelok ke arah datangnya matahari. Adalagi gerakan seismonasti yaitu daun putri malu yang akan tertutup jika disentuh oleh tangan. Berdasarkan contoh-contoh dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa peka terhadap rangssangan termasuk ciri-ciri makhluk hidup.
7. Melakukan Metabolisme ciri-ciri makhluk hidupTumbuhan Paku (pixabay.com) Metabolisme merupakan proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Hal-hal yang terkait dengan proses metabolisme adalah sistem pernapasan dan ekskresi. Pada sistem pernapasan tumbuhan, gas karbon dioksida dan air dipakai dalam proses kimia berupa fotosintesis. Pada proses ini air dan karbon dioksida melalui bantuan sinar matahari mengalami perubahan sehingga menjadi oksigen dan glukosa. Adapun reaksi kimia yang terjadi dalam fotosintesis adalah sebagai berikut. reaksi fotosintesis Manusia dan hewan juga melakukan proses metabolisme agar menghasilkan energi yang berguna untuk melakukan reproduksi, perkembangan, pertumbuhan, dan bergerak. Proses metabolisme dibagi menjadi 2, yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme merupakan proses metabolisme yang merubah beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kompleks. Contohnya adalah proses fotosintesis pada tumbuhan hijau. Sedangkan katabolisme adalah proses penguraian senyawa kimia kompleks. Contohnya penguraian zat gula menjadi air dan CO2 pada manusia.
8. Mengeluarkan Zat-zat Sisa (Ekskresi) ciri-ciri makhluk hidupBerkeringat (forbes.com) Semua makhluk hidup mengeluarkan zat sisa yang bisa berbahaya dan meracuni tubuhnya. Organ ekskresi pada manusia terdiri dari paru-paru, kulit, ginjal, dan anus. Paru-paru mengeluarkan zat sisa yang berbentuk gas karbon dioksida dan uap air. Kulit mengeluarkan zat sisa berbentuk keringat yang tersusun atas air, urea, dan garam. Ginjal mengekskresikan zat sisa berupa urin yang tersusun atas air, garam, dan urea. Anus adalah bagian paling akhir dalam sistem pencernaan yang berfungsi untuk mengeluarkan feses. Hewan juga melakukan ekskresi dengan cara yang sama seperti manusia. Lalu bagaimana cara tumbuhan mengeluarkan zat-zat sisa? Pengeluaran zat sisa berupa gas oksigen pada tumbuhan dilakukan melalui bagian stomata dan lentisel. Jadi,
telah terbukti bahwa mengelurakan zat sisa termasuk ciri-ciri makhluk hidup.
9. Menyesuaikan Diri Terhadap Lingkungannya (Adaptasi) Kuda nilKuda Nil Berendam di Lumpur (pixabay.com) Adaptasi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan agar mampu bertahan hidup di habitatnya. Contoh adaptasi pada hewan adalah adanya berbagai bentuk paruh dan kaki pada burung yang berkaitan dengan jenis makanan dan tempat ia tinggal. Sedangkan contoh adaptasi pada tumbuhan adalah terdapat berbagai macam bentuk daun pada tumbuhan yang yang disesuaikan dengan tempat hidupnya. Dikarenakan tumbuhan ada yang hidup di daerah lembap, berair, dan kering. Adaptasi juga dapat berupa perilaku, seperti kuda nil yang berendam di lumpur ketika sedang kepanasan.
perubahan benda
Perubahan Benda
Faktor-faktor Penyebab Perubahan Benda
Pada waktu ibu teman-teman memasak air yang dimasak terus maka akan mendidih. Disinilah terjadi perubahan wujud benda
dari air menjadi bentuk uap. Selain faktor suhu, perubahan bentuk benda
dipegaruhi oleh makhluk hidup, pembakaran dan juga faktor kelembaban
(kandungan air di udara), .
Jenis-jenis Perubahan Benda
Perubahan benda karena faktor panas di kelompokkan menjadi 2 yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia
- PERUBAHAN FISIKA
Pengertian perubahan fisika adalah merupakan perubahan wujud
suatu benda yang tidak disertai dengan perubahan sifat benda. Dengan
demikian dapat dikatakan pula bahwa perubahan yang terjadi hanya
bersifat sementara dan dapat kembali ke bentuk semula. Contoh perubahan fisik
adalah logam besi yang dipanaskan akan bertambah panjang karena terjadi
pemuaian. Memuai adalah perubahan ukuran benda yang menjadi lebih
besar/ panjang karena benda tersebut dipanaskan. Sedangkan lawan dari
pemuaian adalah menyusut yang mana menyusut adalah perubahan ukuran
suatu benda yang menjadi lebih kecil/ pendek. Selain besi yag
dipanaskan, contoh lain dari perubahan fisika adalah pada es yang
mencair. Es yang sudah mencair dapat dibentuk kembali dengan cara
didinginkan lagi.
![]() |
| Es mencair merupakan contoh perubahan fisika |
- PERUBAHAN KIMIA
Pengertian perubahan kimia adalah perubahan wujud benda yang disertai
dengan perubahan sifat dari benda. Dengan demikian wujud benda tidak
bisa kembali ke wujud yang semula dan bersifat tetap, berbeda dengan
perubahan fisika yang dapat kembali ke wujud yang semula. Sebagai contoh perubahan kimia adalah kayu yang dibakar akan berubah wujud menjadi arang dan gas. Contoh lain perubahan kimia adalah plastik yang dibakar.
![]() |
| Arang kayu merupakan contoh perubahan kimia |
Pelapukan, Perkaratan, Pembusukan
- Pelapukan
Pengertian pelapukan adalah peristiwa perubahan bentuk dan perubahan
sifat benda yang disebabkan adanya faktor organisme (makhluk hidup) dan
anorganisme (benda mati). Pada proses pelpukan berkaitan dengan proses
penghancuran suatu benda yang membutuhkan waktu yang sanagat lama.
Pelapuan dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu : a). pelapukan biologis dan b). pelapukan mekanik. Pengertian pelapukan biologis
adalah pelapukan yang dikarenakan adanya aktivitas organisme misalnya
oleh jamur dan jasad renik lainnya. Kayu yang tadinya keras lama
kelamaan akan hancur dimakan rayap sehingga kayu perlu dilakukan
pengecatan supaya menjadi lebih awet.
benda dan sifatnya
BENDA DAN SIFATNYA
Berdasarkan wujudnya, benda dibedakan menjadi tiga. Ada benda padat, benda cair, dan benda gas.
1. Sifat Benda Padat
Contoh benda padat,antara lain : buku, pensil, batu, dll.
Sifat-sifat benda padat :
- Memiliki bentuk dan volume yang tidak berubah
- Memiliki permukaan (kasar atau halus)
- Memiliki warna
Contoh benda cair antara lain : air,minyak goreng,sirup,dll.
Sifat-sifat benda cair :
- Dapat mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah.
- Bentuknya berubah-ubah sesuai dengan wadahnya.
- Volume tetap.
Contoh benda gas yaitu udara.
Sifat-sifat benda gas :
- Bentuk dan volumenya berubah-ubah sesuai dengan wadahnmya
- Tidak dapat dipegang, hanya dapat dirasakan
Benda-benda di sekitar kita dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kertas kita gunakan untuk menulis. Kaca kita gunakan untuk bercermin. Ada juga benda yang berasal dari plastik, karet, dan kayu.
1. Benda dari Plastik
Ember, gayung, sendok sayur terbuat dari plastik. Alat-alat rumah tangga banyak menggunakan bahan plastik. Hal ini karena plastik murah dan tahan lama.
Plastik tidak dapat menghantarkan panas dan listrik. Contoh-contoh benda yang terbuat dari plastik : payung,ember,piring plastik.
2. Benda dari Kertas
Kertas dibuat dari kulit kayu. Kulit kayu dihancurkan, lalu diolah menjadi kertas. Setelah itu, kertas dapat digunakan untuk membuat berbagai benda. Buku tulis terbuat dari bahan kertas. Koran, majalah,bahkan tisu terbuat dari kertas. Kertas untuk membuat tisu sangat tipis dan halus.
Buku tulis kita gunakan untuk menulis. Majalah dan koran memuat berita penting. Tisu digunakan sebagai pembersih. Misalnya, untuk menyeka keringat. Kardus juga terbuat dari kertas. Kardus digunakan untuk membungkus arang. Kertas sangat ringan dan praktis dibawa.
3. Benda dari Kayu
Kayu terbuat dari tumbuhan. Sifat kayu keras dan kuat, tetapi mudah dibentuk. Akan tetapi,kayu juga mudah lapuk jika terkena air. Contoh barang yang terbuat dari kayu:tempat tidur,almari,meja.
4. Benda dari Kaca
Benda dari kaca mempunyai sifat tembus pandang. Misalnya, cermin, gelas, kacamata, jendela, dan vas bunga.
Jendela rumah kita dari kaca. Kaca bersifat tembus pandang. Akibatnya, cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah. Tanpa jendela, rumah akan menjadi gelap. Karena cahaya matahari tidak dapat masuk. Bahan dari kaca juga mudah dibersihkan. Akan tetapi, kaca harus dirawat hati-hati. Hal ini karena kaca mudah pecah.
5. Benda dari Karet
Benda dari karet bersifat elastis dan lentur. Misalnya, ban motor, balon, dan sandal jepit. Ban motor dan mobil digunakan untuk menyangga kendaraan. Dengan demikian, kendaraan dapat berjalan. Balon digunakan untuk mainan anak-anak. Ketika ditiup, balon akan mengembang. Sifat balon amat elastis. Sandal jepit juga terbuat dari karet sandal jepit digunakan sebagai alas kaki.
pelestarian makhluk hidup
Hewan dan Tumbuhan yang Hampir Punah
Hewan dan tumbuhan akan sangat berarti bagi kehidupan manusa apabila
digunakan dengan cara yang bijak dan benar. Pemanfaatan hewan dapat
berupa daging, bulu, kulit, gading, dan tenaganya, sedangkan pemanfaatan
terhadap tumbuhan bisa dimanfaatkan pada bagian akar, batang, ranting,
buah, bunga, dan juga pada daunnya.
Dibawah ini adalah contoh pemanfaatan hewan dan tumbuhan yang tidak baik/ bijaksana yaitu:
a) Melakukan perburuan/ penangkapan terhadap ikan dengan cara yang semena-mena. Misalnya perburuan memakai kapal trawi untuk mengangkat semua jenis ikan baik yang besar maupun ikan yang kecil. Dengan demikian akibat yang ditimbukan adalah populasi ikan yang menurun bahkan bisa menjadi kepunahan.
b) Penebangan/ penggundulan terhadap hutan sehingga ekosistem hutan akan menjadi rusak. Akibat yang akan ditimbulkan dari hal tersebut adalah berkurangnya jmlah spesies hewan yang berada di dalam hutan tersebut.
c) Pembangunan penginapan/ vila-vila didaerah pegunungan yang bisa mengurangi dari populasi hewan dan populasi dari tumbuhan.
d) Adanya sistem pertanian berpindah - pindah yang juga bisa memicu terjadinya kerusakan pada ekosistem di hutan.
Berikut ini adalah beberapa contoh jenis hewan dan jenis tumbuhan yang hampir punah :
Bunga anggrek hitam adalah merupakan tanaman yang termasuk tanaman yang
langka. Anggrek hitam hanya tumbuh di hutan Kalimantan dan hutan
Sulawesi saja. Pada waktu sekarang ini anggrek hitam banyak
dibudidayakan untuk di ditangkarkan dan menghasilkan spesies yang baru
dengan warna yang baru pula.
Orang utan (dari bahsa Indonesia dan atau melayu = manusia hutan) adalah
merupakan sejenis kera besar yang mempunyai lengan yang panjang dan
berbulu kemerahan, kadang cokelat, hidup di wilayah negara Indonesia dan
Malaysia. Orang utan mempunyai ukuran 1-1,4 m untuk orang utan jantan,
yaitu sekitar 2/3 kali dari ukuran gorila. Orang utan adalah termasuk
dalam hewan vertebrata, yaitu bahwa orang utan mempunyai tulang
belakang. Orang utan termasuk juga dalam hewan mamalia dan primata.
Orang utan sekarang ini merupakan binatang yang langka karena manusia
banyak merusak habitatnya dan juga menjual bayi orang utan sebagai hewan
peliharaan.
Artikel yang terkait dengan judul :Pelestarian Hewan dan Tumbuhan (Pelajaran IPA SD Kelas 6)
Reaksi Kimia : Persamaan, Macam, Ciri, Faktor Reaksi Kimia (Pelajaran IPA SMP/ MTs Kelas VII)Reaksi Kimia : Persamaan, Macam, Ciri, Faktor Rea ...
SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM (Pelajaran IPA SMP/ MTs Kelas VII)SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM (Pelajaran ...
![]() |
| Gambar orang utan |
Untuk Harimau Sumatera sekarang ini merupakan hewan yang langka yang
ditemukan di daerah Sumatera karena jumlahnya hanya sekitar 450 - 500
ekor saja.
Burung cendrawasih adalah merupakan hewan yang juga dilindungi oleh
pemerintah Indonesia. Salah satu jenis dari burung cendrawasih adalah
cendrawasih merah yang dilindungi melalui Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 7 Tahun 1999. Burung cendrawasih merah hanya bisa dijunpai pada
hutan dataran rendah di pulau Waigeo dan Batanta yang letaknya ada di
Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Irian Jaya Barat.
Pelestarian Makhluk Hidup
Keberadaan dari hewan dan tanaman/ tumbuhan sangat dibutuhkan oleh
manusia karena sebagian besar kebutuhan manusia bersumberkan pada
keduanya, sehingga keberadaanya harus dilestarikan.
Jenis Pelestarian Makhluk Hidup dan Manfaatnya
- PELESTARIAN TUMBUHAN
Cara pelestarian tumbuhan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga keberadaan hutan yang ada. Hutan adalah merupakan sumber industri yang dipakai untuk kebutuhan manusia, misalnya untuk perabot rumah tangga, untuk perumahan dan lain sebagainya.
Tindakan pelestarian tumbuhan yang dapat dilakukan, antara lain:
1) Tebang pilih. Yaitu penebangan terhadap pohon namun disertai juga dengan penanaman bibit yang baru. Tidak semua pohon ditebang untuk digunakan, sehingga ekosistem hutan tidak rusak.
2) Reboisasi. Adalah suatu tindakan penghijauan kembali terhadap hutan yang telah gundul sehingga kerusakan hutan dapat diperbaiki. Kegiatan reboisasi dapat juga dilakukan di daerah perkotaan sebagai langkah untuk memeberi keseimbangan dengan lajunya pembangunan di perkotaan.
3) Cagar alam. Adalah tindakan yang dibuat guna melindungi tumbuhan tertentu terhadap kerusakan, misalnya karena penebangan secara liar, perubahan lingkungan, dan disebabkan karena serangan hama. Kegiatan cagar alam bisa menyelamatkan spesies tumbuhan dari kepunahan.
PELESTARIAN HEWAN
Pelestarian hutan tidak hanya untuk melestarikan keberadaan tumbuhan saja, namun juga ditujukan dalam rangka untuk perlindungan terhadap keberadaaan dari hewan.
Tindakan pelestarian hewan yang bisa dilakukan adalah dengan cara berikut ini:
a) Pembuatan cagar alam dan suaka margasatwa. Pengertian suaka margasatwa adalah suatu kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas yang berupa keanekaragaman dan atau keunikan dari jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya bisa dilakukan dengan pembinaan terhadap habitatnya, contohnya:
- Suaka Margasatwa Way Kambas di Lampung. Jenis tanaman yang ada di taman Suaka Margasatwa Way Kambas antara lain pidada, api-api, pandan, nipah, gelam. Taman Nasional Way Kambas mempunyai 50 jenis mamalia misalnya badak Sumatera, harimau Sumatera, gajah Sumatera, siamang, tapir, anjing hutan; 406 jenis burung diantaranya bangau tongtong, bebek hutan, pecuk ular, bangau sandang lawe, sempidan biru, kuau; berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan juga insekta.
- Cagar Alam Ujung Kulon (Banten). Di Cagar Alam Ujung Kulon masih terdapat badak jawa bercula satu, banteng, dan beranekaragam burung merak.
- Cagar Alam Gunung Leuser di Aceh. Pada Hutan Gunung Leuser tersebut terdapat khas hutan pantai dan hutan hujan tropika. Satwa yang dilindungi antara lain gajah Sumatera, badak sumatera, kucing hutan, harimau sumatera, rengkong, orang utan, siaman, ular, kupu-kupu, burung, kambing hutan, nusa sambar.
- Cagar Alam Rafflesia di Bengkulu. Tanaman yang terdapat disini contohnya tumbuhan pencekik, dan juga bunga raksasa Rafllesia (Rhizanthes zepphenit).
- Cagar Alam Pananjung Pangandaran (Ciamis). Tumbuhan yang terdapat di cagar alam ini adalah merupakan vegetasi hutan sekunder tua dan sisanya merupakan vegetasi hutan primer. Tumbuhan yang dominan antara lain Laban, Kisegel, dan Marong. Di dataran rendahnya terdapat hutan tanaman yang merupakan tanaman exotica, yaitu tanaman yang terdiri dari pohon jati, Mahoni dan Komis.
b) Pembuatan undang-undang perburuan. Undang-undang ini mengatur tentang larangan perburuan. Tujuannya yang hendak dicapai adalah untuk melindungi bermacam jenis hewan karena terancam dari kepunahan.
c) Pembuatan tangga ikan di daerah-daerah perairan sungai. Tujuannya adalah untuk melindungi dan meningkatkan populasi ikan.
MANFAAT PELESTARIAN HEWAN DAN TUMBUHAN
Tujuan dari tindakan pelestarian hewan adalah untuk:
Hewan dan tumpbuhan perlu dilestarikan supaya tidak mengalami kepunahan.
Cara yang dapat kita lakukan sebagai pelajar supaya tetap lestari
adalah salah satunya sejak dini belajar melalui materi di sekolah atau
bisa langsung mengunjungi tempat-tempat yang berhubungan dengan pelestarian flora/ fauna
tersebut. Tujuan mengunjungi tempat tersebut adalah untuk
memperkenalkan terhadap keanekaragaman hayati, dan untuk meningkatkan
kesadaran pelestarian lingkungan kepada para pelajar.
Cara pelestarian tumbuhan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga keberadaan hutan yang ada. Hutan adalah merupakan sumber industri yang dipakai untuk kebutuhan manusia, misalnya untuk perabot rumah tangga, untuk perumahan dan lain sebagainya.
Tindakan pelestarian tumbuhan yang dapat dilakukan, antara lain:
1) Tebang pilih. Yaitu penebangan terhadap pohon namun disertai juga dengan penanaman bibit yang baru. Tidak semua pohon ditebang untuk digunakan, sehingga ekosistem hutan tidak rusak.
2) Reboisasi. Adalah suatu tindakan penghijauan kembali terhadap hutan yang telah gundul sehingga kerusakan hutan dapat diperbaiki. Kegiatan reboisasi dapat juga dilakukan di daerah perkotaan sebagai langkah untuk memeberi keseimbangan dengan lajunya pembangunan di perkotaan.
3) Cagar alam. Adalah tindakan yang dibuat guna melindungi tumbuhan tertentu terhadap kerusakan, misalnya karena penebangan secara liar, perubahan lingkungan, dan disebabkan karena serangan hama. Kegiatan cagar alam bisa menyelamatkan spesies tumbuhan dari kepunahan.
PELESTARIAN HEWAN
Pelestarian hutan tidak hanya untuk melestarikan keberadaan tumbuhan saja, namun juga ditujukan dalam rangka untuk perlindungan terhadap keberadaaan dari hewan.
Tindakan pelestarian hewan yang bisa dilakukan adalah dengan cara berikut ini:
a) Pembuatan cagar alam dan suaka margasatwa. Pengertian suaka margasatwa adalah suatu kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas yang berupa keanekaragaman dan atau keunikan dari jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya bisa dilakukan dengan pembinaan terhadap habitatnya, contohnya:
- Suaka Margasatwa Way Kambas di Lampung. Jenis tanaman yang ada di taman Suaka Margasatwa Way Kambas antara lain pidada, api-api, pandan, nipah, gelam. Taman Nasional Way Kambas mempunyai 50 jenis mamalia misalnya badak Sumatera, harimau Sumatera, gajah Sumatera, siamang, tapir, anjing hutan; 406 jenis burung diantaranya bangau tongtong, bebek hutan, pecuk ular, bangau sandang lawe, sempidan biru, kuau; berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan juga insekta.
- Cagar Alam Ujung Kulon (Banten). Di Cagar Alam Ujung Kulon masih terdapat badak jawa bercula satu, banteng, dan beranekaragam burung merak.
- Cagar Alam Gunung Leuser di Aceh. Pada Hutan Gunung Leuser tersebut terdapat khas hutan pantai dan hutan hujan tropika. Satwa yang dilindungi antara lain gajah Sumatera, badak sumatera, kucing hutan, harimau sumatera, rengkong, orang utan, siaman, ular, kupu-kupu, burung, kambing hutan, nusa sambar.
- Cagar Alam Rafflesia di Bengkulu. Tanaman yang terdapat disini contohnya tumbuhan pencekik, dan juga bunga raksasa Rafllesia (Rhizanthes zepphenit).
- Cagar Alam Pananjung Pangandaran (Ciamis). Tumbuhan yang terdapat di cagar alam ini adalah merupakan vegetasi hutan sekunder tua dan sisanya merupakan vegetasi hutan primer. Tumbuhan yang dominan antara lain Laban, Kisegel, dan Marong. Di dataran rendahnya terdapat hutan tanaman yang merupakan tanaman exotica, yaitu tanaman yang terdiri dari pohon jati, Mahoni dan Komis.
b) Pembuatan undang-undang perburuan. Undang-undang ini mengatur tentang larangan perburuan. Tujuannya yang hendak dicapai adalah untuk melindungi bermacam jenis hewan karena terancam dari kepunahan.
c) Pembuatan tangga ikan di daerah-daerah perairan sungai. Tujuannya adalah untuk melindungi dan meningkatkan populasi ikan.
MANFAAT PELESTARIAN HEWAN DAN TUMBUHAN
Tujuan dari tindakan pelestarian hewan adalah untuk:
- Menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
- Mencegah supaya tidak terjadi kepunahan pada berbagai spesies hewan maupun tumbuhan.
- Menjaga sumber keanekaragaman hayati sebagai sumber kekayaan negara.
- Tempat untuk pengembangan penelitian dan ilmu pengetahuan.
Perlunya Pelestarian Makhluk Hidup
Langganan:
Postingan (Atom)



























