Logaritma adalah kebalikan dari suatu perpangkatan. Jika sebuah perpangkatan ac = b, maka dapat dinyatakan dalam logaritma sebagai:
alog b = c
dengan syarat a > 0 dan
Sumber gambar: careerarn.com
Pada penulisan logaritma alog b = c, a disebut bilangan
pokok dan b disebut bilangan numerus atau bilangan yang dicari nilai
logaritmanya (b > 0) dan c merupakan hasil logaritma. Jika nilai a
sama dengan 10, biasanya 10 tidak dituliskan sehingga menjadi log b = c.
Jika nilai bilangan pokoknya merupakan bilangan e (bilangan eurel)
dengan e = 2,718281828 maka logaritmanya ditulis dengan logaritma
natural dan penulisannya dapat disingkat menjadi ln, misalnya elog b = c menjadi:
ln b = c
Berikut ini sejumlah contoh logaritma:
Perpangkatan
Contoh Logaritma
21 = 2
2log 2 = 1
20 = 1
2log 1 = 0
23 = 8
2log 8 = 3
2-3 = 8
2log = – 3
9log
103 = 1000
log 1000 = 3
Sifat-sifat Logaritma
1. Sifat Logaritma dari perkalian
Suatu logaritma merupakan hasil penjumlahan dari dua logaritma lain
yang nilai kedua numerus-nya merupakan faktor dari nilai numerus awal.
Berikut modelnya:
alog p.q = alog p + alog q
dengan syarat a > 0, , p > 0, q > 0.
2. Perkalian Logaritma
Suatu logaritma a dapat dikalikan dengan logaritma b jika nilai
numerus logaritma a sama dengan nilai bilangan pokok logaritma b. Hasil
perkalian tersebut merupakan logaritma baru dengan nilai bilangan pokok
sama dengan logaritma a, dan nilai numerus sama dengan logaritma b.
Berikut model sifat logaritma nya:
alog b x blog c = alog c
dengan syarat a > 0, .
3. Sifat Logaritma dari pembagian
Suatu logaritma merupakan hasil pengurangan dari dua logaritma lain
yang nilai kedua numerus-nya merupakan pecahan atau pembagian dari nilai
numerus logaritma awal. Berikut modelnya:
alog = alog p – alog q
dengan syarat a > 0, , p > 0, q > 0.
4. Sifat Logaritma berbanding terbalik
Suatu logaritma berbanding terbalik dengan logaritma lain yang
memiliki nilai bilangan pokok dan numerus-nya saling bertukaran. Berikut
modelnya:
alog b =
dengan syarat a > 0, .
5. Logaritma berlawanan tanda
Suatu logaritma berlawanan tanda dengan logaritma yang memiliki
numerus-nya merupakan pecahan terbalik dari nilai numerus logaritma
awal. Berikut modelnya:
alog = – alog
dengan syarat a > 0, , p > 0, q > 0.
6. Sifat Logaritma dari perpangkatan
Suatu logaritma dengan nilai numerus-nya merupakan suatu eksponen
(pangkat) dapat dijadikan logaritma baru dengan mengeluarkan pangkatnya
menjadi bilangan pengali. Berikut modelnya :
alog bp = p. alog b
dengan syarat a > 0, , b > 0
7. Perpangkatan Bilangan Pokok Logaritma
Suatu logaritma dengan nilai bilangan pokoknya merupakan suatu
eksponen (pangkat) dapat dijadikan logaritma baru dengan mengeluarkan
pangkatnya menjadi bilangan pembagi. Berikut modelnya:
dengan syarat a > 0, .
8. Bilangan pokok logaritma sebanding dengan perpangkatan numerus
Suatu logaritma dengan nilai numerus-nya merupakan suatu eksponen
(pangkat) dari nilai bilangan pokoknya memiliki hasil yang sama dengan
nilai pangkat numerus tersebut. Berikut model sifat logaritma nya:
alog ap = p
dengan syarat a > 0 dan .
9. Perpangkatan logaritma
Suatu bilangan yang memiliki pangkat berbentuk logaritma, hasil
pangkatnya adalah nilai numerus dari logaritma tersebut. Berikut
modelnya:
dengan syarat a > 0, , m > 0.
Gambar 1 - Sistem koordinat Kartesius. Terdapat empat titik yang
ditandai: (2,3) titik hijau, (-3,1) titik merah, (-1.5,-2.5) titik biru,
dan (0,0), titik asal, yang berwarna ungu.
Dalam matematika, Sistem koordinat Kartesius digunakan untuk menentukan tiap titik dalam bidang dengan menggunakan dua bilangan yang biasa disebut koordinat x (absis) dan koordinat y (ordinat) dari titik tersebut.
Untuk mendefinisikan koordinat diperlukan dua garis berarah yang
tegak lurus satu sama lain (sumbu x dan sumbu y), dan panjang unit, yang
dibuat tanda-tanda pada kedua sumbu tersebut (lihat Gambar 1).
Sistem koordinat Kartesius dapat pula digunakan pada dimensi-dimensi
yang lebih tinggi, seperti 3 dimensi, dengan menggunakan tiga sumbu
(sumbu x, y, dan z).
Gambar 2 - Sistem koordinat Kartesius disertai lingkaran merah yang
berjari-jari 2 yang berpusat pada titik asal (0,0). Persamaan lingkaran
merah ini adalah x² + y² = 4.
Dengan menggunakan sistem koordinat Kartesius, bentuk-bentuk geometri seperti kurva dapat diekspresikan dengan persamaanaljabar. Sebagai contoh, lingkaran yang berjari-jari 2 dapat diekspresikan dengan persamaan x² + y² = 4 (lihat Gambar 2).
Istilah Kartesius digunakan untuk mengenang ahli matematika sekaligus filsuf dari PerancisDescartes, yang perannya besar dalam menggabungkan aljabar dan geometri (Cartesius adalah latinisasi untuk Descartes). Hasil kerjanya sangat berpengaruh dalam perkembangan geometri analitik, kalkulus, dan kartografi.
Ide dasar sistem ini dikembangkan pada tahun 1637 dalam dua tulisan karya Descartes. Pada bagian kedua dari tulisannya Discourse on the Method, ia memperkenalkan ide baru untuk menggambarkan posisi titik
atau objek pada sebuah permukaan, dengan menggunakan dua sumbu yang
bertegak lurus antar satu dengan yang lain. Dalam tulisannya yang lain, La Géométrie, ia memperdalam konsep-konsep yang telah dikembangkannya.
Lihat koordinat untuk sistem-sistem koordinat lain seperti sistem koordinat polar.
Sistem koordinat dua dimensi
Sistem koordinat Kartesius dalam dua dimensi umumnya didefinisikan
dengan dua sumbu yang saling bertegak lurus antar satu dengan yang lain,
yang keduanya terletak pada satu bidang (bidang xy). Sumbu horizontal
diberi label x, dan sumbu vertikal diberi label y. Pada sistem koordinat tiga dimensi, ditambahkan sumbu yang lain yang sering diberi label z. Sumbu-sumbu tersebut ortogonal antar satu dengan yang lain. (Satu sumbu dengan sumbu lain bertegak lurus.)
Titik pertemuan antara kedua sumbu, titik asal, umumnya diberi label 0. Setiap sumbu juga mempunyai besaran panjang unit, dan setiap panjang tersebut diberi tanda dan ini membentuk semacam grid. Untuk mendeskripsikan suatu titik tertentu dalam sistem koordinat dua dimensi, nilai x ditulis (absis), lalu diikuti dengan nilai y (ordinat). Dengan demikian, format yang dipakai selalu (x,y) dan urutannya tidak dibalik-balik.
Gambar 3 - Keempat kuadran sistem koordinat Kartesius. Panah yang ada
pada sumbu berarti panjang sumbunya tak terhingga pada arah panah
tersebut.
Pilihan huruf-huruf didasari oleh konvensi, yaitu huruf-huruf yang
dekat akhir (seperti x dan y) digunakan untuk menandakan variabel dengan
nilai yang tak diketahui, sedangkan huruf-huruf yang lebih dekat awal
digunakan untuk menandakan nilai yang diketahui.
Sebagai contoh, pada Gambar 3, titik P berada pada koordinat (3,5).
Karena kedua sumbu bertegak lurus satu sama lain, bidang xy terbagi menjadi empat bagian yang disebut kuadran,
yang pada Gambar 3 ditandai dengan angka I, II, III, dan IV. Menurut
konvensi yang berlaku, keempat kuadran diurutkan mulai dari yang kanan
atas (kuadran I), melingkar melawan arah jarum jam (lihat Gambar 3).
Pada kuadran I, kedua koordinat (x dan y) bernilai positif. Pada kuadran
II, koordinat x bernilai negatif dan koordinat y bernilai positif. Pada
kuadran III, kedua koordinat bernilai negatif, dan pada kuadran IV,
koordinat x bernilai positif dan y negatif (lihat tabel di bawah ini).
Kuadran
nilai x
nilai y
I
> 0
> 0
II
< 0
> 0
III
< 0
< 0
IV
> 0
< 0
Pengertian Bilangan Pecahan
Secara singkat, bilangan pecahan dapat diartikan sebagai sebuah
bilangan yang memiliki pembilang dan juga penyebut. Pada bentuk bilangan ini,
pembilang dibaca terlebih dahulu baru disusul dengan penyebut. Ketika menyebutkan
suatu bilangan pecahan, diantara pembilang dan penyebut harus disisipkan kata
"per". Misalkan untuk bilangan 3/5 maka kita dapat menyebutnya dengan
"tiga per lima" begitu juga dengan bilangan 1/4 kalian bisa
membacanya "satu per empat" atau "seperempat".
Apabila ada bilangan pecahan yang memiliki nilai sama atau nilainya
tetap ketika pembilang dan penyebutnya dikalikan/dibagi dengan sebuah bilangan
(bukan nol) maka bilangan pecahan tersebut disebut dengan pecahan senilai. Konsep
dari pecahan senilai adalah:
Untuk lebih memahaminya perhatikan contoh pecahan senilai berikut ini:
Cara Menyederhanakan Bilangan
Pecahan
Suatu bilangan pecahan dapat disederhanakan dengan cara membagi
pembilang dan penyebutnya dengan angka-angka yang menjadi FPB dari pembilang
dan penyebut tersebut. Sebagai contoh, pecahan 45/54 dapat disederhanakan
menjadi 5/6 karena FPB dari 45 dan 54 adalah 9.
Contoh lainnya:
12/8 = 3/2
20/12 = 5/3
14/8 = 7/4
32/24 = 4/3
Penjumlahan dan Pengurangan
Bilangan Pecahan
Penjumlahan bilangan pecahan
Untuk menjumlahkan dua buah bilangan pecahan, maka syarat utama dari
kedua bilangan tersebut adalah harus memiliki penyebut yang sama. Contohnya:
3/5 + 1/5 = 4/5
1/4 + 5/4 = 6/4
2/5 + 7/5 = 9/5
4/7 + 8/7 = 12/7
9/6 + 1/6 = 10/6
5/2 + 6/2 = 11/2
Sedangkan untuk menjumlahkan bilangan pecahan yang memiliki bilangan
penyebut berbeda, maka kalian harus menyamakan kedua penyebut tersebut dengan
cara mencari kpk dari kedua bilangan yang menjadi penyebut. Contohnya:
1/2 + 1/4 = 2/4 + 1/4 = 3/4
2/3 + 3/6 = 4/6 + 3/6 = 7/6
4/3 + 5/6 = 8/6 + 5/6 = 13/6
3/5 + 2/4 = 12/20 + 10/20 = 22/20
2/3 + 3/8 = 16/24 + 9/24 =
25/24
Pengurangan Bilangan Pecahan
konsep pengurangan pada bilangan pecahan sama saja dengan konsep
penjumlahannya. pengurangan bisa dilakukan langsung apabila penyebutnya sama.
dan apabila penyebut dari kedua bilangan pecahan yang dikurangkan adalah
berbeda, maka harus disamakan terlebih dahulu. contohnya:
Penyebut sama:
3/2 - 1/2 = 2/2 = 1
5/6 - 4/6 = 1/6
4/3 - 2/3 = 2/3
12/4 - 5/4 = 7/4
25/5 - 9/5 = 16/5
Penyebut berbeda:
5/7 - 2/3 = 15/21 - 14/21 =
1/21
5/3 - 3/4 = 20/12 - 9/12 =
11/12
4/3 - 5/6= 8/6 -
5/6 = 3/6
Perkalian dan pembagian
bilangan pecahan
Perkalian bilangan pecahan
Untuk mengalikan dua buah bilangan pecahan, cukup dengan mengalikan
pembilang dengan pembilang lalu penyebut dengan penyebut, contohnya:
5/7 x 4/5 = 20/35
2/4 x 3/5 = 6/20
7/2 x 8/6 = 56/12
6/3 x 3/8 = 18/24
Pembagian bilangan pecahan
Pembagian bilangan pecahan dapat dilakukan dengan mengalikan pembilang
dengan penyebut secara bertukar. Contohnya:
5/3 : 3/4 = 20/9
2/5 : 4/2 = 4/20
6/7 : 2/9 = 54/14
Itulah penjelasan sederhana mengenai materi pelajaran matematika
tentang pengertian bilangan pecahan dan contohnya. Saya harap kalian bisa
memahami apa yang dimaksud dengan bilangan pecahan serta bagaimana cara
melakukan operasi hitung dengan menggunakan bilangan pecahan. Terus belajar dan
terus berlatih.
Data adalah setiap kumpulan fakta. Contoh : laporan
penjualan, gambaran tentang persediaan, nilai test, nama dan alat
pelanggan, laporan cuaca, foto-foto, gambar-gambar, peta.
Data dapat bersifat numeris (data angka) : laporan penjualan, laporan
persediaan, nilai test, atau dapat juga bersifat non numeris : nama,
alamat pelanggan, gambar dll. Pengolahan Data adalah manipulasi data agar menjadi bentuk
yang lebih berguna. Pengolahan data ini tidak hanya berupa perhitungan
numeris tetapi juga operasi-operasi seperti klasifikasi data dan
perpindahan data dari satu tempat ke tempat lain. Secara umum, kita
asumsikan bahwa operasi-operasi tersebut dilaksanakan oleh beberapa tipe
mesin atau komputer, meskipun beberapa diantaranya dapat juga dilakukan
secara manual. Siklus Pengolahan Data
Pengolahan data terdiri dari tiga langkah utama, yakni input, proses (pengolahan), dan output. Input : Di dalam langkah ini data awal,
atau data input, disiapkan dalam beberapa bentuk yang sesuai untuk
keperluan pengolahan. Bentuk tersebut akan bergantung pada pengolahan
mesin. Proses : Pada langkah ini data input
diubah, dan biasanya dikombinasikan dengan informasi yang lain untuk
menghasilkan data dalam bentuk yang lebih dapat digunakan. Langkah
pengolahan ini biasanya meliputi sederet operasi pengolahan dasar
tertentu. Output : Pada langkah ini hasil-hasil dari
pengolahan sebelumnya dikumpulkan. Bentuk data output tergantung pada
penggunaan data tersebut unutk pengolahan selanjutnya. Contoh : Pada suatu semester seorang dosen
memberikan tiga buah nilai ( Tugas, UTS, UAS). Pada akhir semester
nilai-nilai tersebut harus diproses dan laporan akhir untuk matakuliah
yang diampu oleh dosen tersebut disampaikan ke BAAK.
Yang menjadi data input dalam hal ini adalah nim, nama mahasiswa dan
ketiga nilainya. Input ini biasanya dicatat dalam buku dosen tersebut
dengan urut nim. Dosen tersebut kemudian mengolah data input dengan
menentukan nilai akhir dengan perhitungan 20% x nilai tugas + 30% x
nilai UTS + 50% x nilai UAS. Nilai Akhir hasil pengolahan ini
selanjutnya merupakan nilai mahasiswa terhadap matakulah yang diikutinya
disampaikan ke BAAK dalam bentuk daftar yang terdiri dari NIM, Nama
mahasiswa dan nilai akhir yang disusun urut nim.
Siklus Pengolahan Data LanjutOriginasi : Langkah ini merupakan proses pengumpulan data original (data asli/mentah). Catatan original dari data ini disebut sumber dokumen
. Sebagai contoh, sumber dokumen dari contoh kasus perhitungan niali
diatas adalah berkas test para mahasiswa yang telah diberi nilai. Perlu
diperhatikan bahwa jika ada pernyataan mengenai nilai akhir mahasiswa,
kita dapat melihat kembali dokumen sumber (berkas test para mahasiswa)
dan memeriksa barangkali ada kesalahan yang telah dibuat selama langkah
ini dilakukan. Distribusi : Langkao ini merupakan pendistribusian data output. Catatan dari data output ini sering disebut sebagai dokumenlaporan.
Sebagai contoh, dokumen daftar nilai akhir dari dosen yang diserahkan
ke BAAK. Tanda panah yang berasal dari kotak distribusi kembali ke
kotak originasi menunjukkan bahwa dokumen laporan mungkin dapat menjadi
dokumen sumber untuk pengolahan data berikutnya. Penyimpanan (Storage) : Langkah ini
merupakan langkah yang amat penting di dalam setiap prosedur pengolahan
data. Hasil Pengolahan data seringkali ditempatkan di dalam penyimpanan
untuk digunakan sebagai data input untuk diolah pada waktu yang
berikutnya. Dua anak panah diantaa kotak proses dan kotak storage
menunjukkan interaksi dari kedua langkah ini. Sekumpulan data yang
membentuk satu kesatuan di dalam penyimpanan disebut file.
Biasanya sebuah file terdiri dari kumpulan record, dimana masing-masing
record berisi item data yang sama. Selanjutnya kumpulan file-file yang
saling berhubungan disebut data base. Contoh : Sebagaiana besar perusahaan
menyimpan file induk penggajian yang berisi catatan-catatan gaji para
pegawainya. Item data pada setiap record mungkin meliputi nama pegawai,
nomor KTP, tingkat upah , upah dan potongan. File tersebut digunakan
bersama dengan kartu presensi pegawai untuk memproses gaji mingguan.
Siklus pengolahan data dari kasus diatas terlihat sbb :
Dokumen sumber adalah kartu presensi. Data input terdiri dari jumlah
jam kerja sebagaimana ditunjukkan dalam kartu presensi, bersama dengan
file induk penggajian. Output yang ditentukan selama siklus pengolahan,
adalah keterangan mengenai gaji, tunjangan, potongan gaji bersih bersama
dengan hasil pengubahan file gaji. Dokumen laporan adalah slip gaji
karyawan yang biasanya diberikan kepada masing-masing karyawan yang
berisi besarnya upah dan potongan. Operasi Pengolahan Data
Prosedur pengolahan data biasanya terdiri dari sejumlah operasi pengolahan dasar yang dilaksanakan dalam beberapa urutan.
Pencatatan (recording). Pencatatan adalah
memindahkan data pada beberapa formulir atau dokumen. Hal ini terjadi
tidak hanya selama tahap originasi (pada dokumen sumber) dan tahap
distribusi (pada dokumen laporan) akan tetapi terjadi pada seluruh
siklus pengolahan.
Contoh : Seorang Dosen mencatat nilai-nilai mahasiswa pada
buku hariannya. Pada akhir semester ia mengitung nilai akhir dan
mencatatnta pada buku hariannya. Ia menerima lembaran formulir nilai
dari BAAK dan mencatat nilai akhir di formulir tersebut. Bagian BAAK
kemudian mencatat nilai-nilai tersebut pada file induk mahasiswa.
Masing-masing nilai di dalam file induk mahasiswa dicatat pada transkrip
yang kemudian dikirimkan kepada mahasiswa yang bersangkutan.
Duplikasi (duplicating). Operasi ini merupakan
penggandaan data di atas formulir-formulir atau dokumen. Duplikasi
mungkin saja dikerjakan sewaktu data tersebut dicatat secara manual,
atau mungkin saja duplikasi dikerjakan setelahnya dengan menggunakan
suatu mesin.
Pemeriksaan (verifying). Karena pencatatan biasanya
merupakan operasi manual, adalah penting bahwa data yang telah dicatat
tersebut diperiksa secara teliti, barangkali ada kesalahan-kesalahan.
Klasifikasi. Operasi ini memisahkan data data ke
dalam berbagai kategori. Klasifikasi biasanya dapat dikerjakan lebih
dari satu cara. Sebagai contoh, sekumpulan daftar pertanyaan mahasiswa
dapat diklasifikasikan sesuai dengan jenis kelamin mahasiswa, atau
sesuai tahun masuk mahasiswa.
Sorting. Mengatur data dalam urutan tertentu.
Operasi ini sering terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Nama-nama di
dalam buku telepon disorting menurut abjad, data pegawai disorting
menurut nomor induk pegawai. Sorting data dapat dilakukan sebelum atau
sesudah klasifikasi.
Contoh : Misalkan sebuah file pegawai berisi item data :
Nama, No. KTP, No. induk pegawai, dan lokasi kerja. Jika file sisort
sesuai urutan Abjad nama, maka field nama tersebut disebut sebagai
kunci; tapi jika file disort sesuai dengan No. Induk Pegawai maka no.
induk pegawai adalah adalah kuncinya. Pengurutan dapt juga menggunakan
lebih dari satu kunci pengurutan, yaitu dengan kunci pertama, kunci
kedua dan seterusny. Pengurutan pertama kali berdasarkan kunci pertama
apabila ada kesamaan dat maka digunakan kunci kedua dan seterusnya.
Merging. Operasi ini adalah mencampur dua atau
lebih kumpulan data, semua kumpulan tersebut telah disort dengan kunci
yang sama, dan meletakkan kumpulan data tersebut bersama-sama menjadi
kumpulan data tunggal yang telah disort.
Kalkulasi. Melakukan perhitungan numeris pada data yang bertipe numeris.
Memeriksa tabel, mencari dan mendapatkan kembali data (table look-up, searching, retrieing). Operasi ini bermaksud untuk mendapatkan kembali data tertentu didalam kumpulan data yang telah tersort.
Sebagai contoh, seorang salesman mungkin dapat menulis data ringkasan
laporan bulanan pada semua faktur-fakturnya. Laporan tersebut mungkin
berisi mengenai total penjuakan, distribusi sesuai dengan daerahnya, dan
rekomendasi untuk advertensi item-item tertentu
Balok adalah
benda yang berbentuk persegi panjang dengan kedua ujung berbentuk
persegi. Balok memiliki 6 buah permukaan yaitu sisi depan dan
belakang, sisi atas dan bawah, dan 2 buah sisi ujung (kiri dan kanan).
Setiap pasang sisi memiliki ukuran yang sama. Perhatikan gambar balok
ABCD-EFGH di bawah ini.
Permukaan sisi balok adalah sbb: 1. Permukaan Depan = ABCD 2. Permukaan Belakang = EFGH 3. Permukaan Atas = AEHD 4. Permukaan Bawah = BFGC 5. Permukaan Ujung Kiri = ABFE 6. Permukaan Ujung Kanan= DCGH Permukaan/ Sisi yang memiliki ukuran yang sama : 1. Depan dan Belakang 2. Atas dan Bawah 3. Ujung Kiri dan Ujung Kanan Unsur-unsur yang dimiliki Sebuah Balok : 1. Ada 3 pasang sisi yang kongruen atau sama 2. 8 titik sudut 3. 12 rusuk 4. 4 diagonal ruang 5. 4 diagonal sisi 6. 6 bidang diagonal
Rusuk adalah sisi yang merupakan bagian pinggir dari balok (Lihat Gambar di atas). Banyaknya ada 12 rusuk yaitu :
Ukuran Balok Ukuran balok
adalah ditentukan oleh panjang (p), lebar (l), dan tinggi (t)
balokdimana p, l, dan t adalah rusuk dari balok. (Lihat Gambar di atas).
Luas Balok
Luas Balok adalah jumlah dari semua
permukaan balok.
L = 2pl + 2 pt + 2 lt
L = 2(p.l+p.t+l.t)(Rumus 1)
Volume Balok
Volume Balok adalah perkalian dari
ketiga sisi balok.
V = p.l.t(Rumus 2)
Keliling Balok
Keliling Balok adalah jumlah dari
semua ukuran rusuk balok.
K = 4(p+l+t)(Rumus 3)
Diagonal Balok
Perhatikan gambar balok di bawah ini!
a. Diagonal ruang balok
Diagonal ruang balok adalah garis
yang menghubungkan 2 buah sudut dimana garis tersebut melewati ruang dalam
balok.
(Rumus 4)
b. Diagonal sisi balok
Diagonal sisi balok adalah garis yang
menhubungkan 2 buah sudut dari sisi balok, dimana garis tersebut melewati
permukaan sisi balok.
(Rumus 5)
Contoh :
Sebuah balok dengan ukuran panjang 5
meter, lebar 5 centi meter, dan tinggi 10 centi meter. Hitunglah :
a.Luas Balok
b.Volume Balok
c.Keliling Balok
d.Diagonal Balok
Penyelesaian :
Satuan dari ukuran
balok ada 2 macam yaitu satuan meter dan centi meter. Dalam perhitungan, kita
harus menggunakan salah satunya. Misalnya kita akan menggunakan satuan cm, maka
satuan panjang balok 5 meter harus diubah menjadi satuan centi meter. Dengan
demikian, semua ukuran menjadi sama satuannya.
1. Tentukan volume air
yang terpakai dengan cara mengurangkan kedudukan meter akhir (volume air
terakhir) dengan kedudukan meter awal (volume air awal)
2. Ubah waktu pemakaian sesuai soal dengan konversi :
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik
1 jam = 3.600 detik
1 menit = 1/60 jam
1 detik = 1/60 detik
1 jam = 1/3.600 detik
3. Bagi volume air yang terpakai (point 1) dengan waktu (point 2)
1. Dalam 1 jam sebuah keran dapat mengeluarkan air sebesar 3.600 m³. Berapa
liter/detik debit air tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui
volume (v) = 3.600 m³ = 3.600.000 dm³ = 3.600.000 liter
waktu (t) = 1 jam = 3.600 detik
Ditanya debit (D) liter/detik
Jawab :
D = v = 3.600.000 liter = 1.000 liter/detik
t = 3.600 detik
0
MENENTUKAN DEBIT,
VOLUME DAN WAKTU
1.Pengertian Debit Air
Debit air adalah
kecepatan aliran zat cait per satuan waktu. Misalnya Debit air sungai
pesanggrahan adalah 3.000 l / detik. Artinya setiap 1
detik air yang mengalir di sungai Pesanggrahan adalah 3.000 l.
Satuan debit digunakan dalam pengawasan kapasitas atau daya tampung air di
sungai atau bendungan agar dapat dikendalikan.
Untuk dapat menentukan
debit air maka kita harus mengetahui satuan ukuran volume dan satuan ukuran
waktu terlebih dahulu, karena debit air berkaitan erat dengan satuan volume dan
satuan waktu.
Perhatikan konversi
satuan waktu berikut :
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik
1 jam = 3.600 detik
1 menit = 1/60 jam
1 detik = 1/60 detik
1 jam = 1/3.600 detik
Konversi satuan volume :
1 liter = 1 dm³ = 1.000 cm³ = 1.000.000 mm³ = 0.001 m³
1 cc = 1 ml = 1 cm
2.Menentukan Debit Air
Rumus
Debit = Volume : Waktu
Dalam 1 jam sebuah keran dapat mengeluarkan air sebesar 3.600 m³. Berapa
liter/detik debit air tersebut ? Penyelesaian Diketahui
volume (v) = 3.600 m³
= 3.600.000 dm³
= 3.600.000 liter
waktu (t) = 1 jam
= 3.600 detik
Maka debitnya = 3.600.000 liter
3.600 detik
= 1.000 liter/detik
3.Menghitung volume
Rumus
Volume = Debit X Waktu
Sebuah bak mandi diisi
air mulai pukul 07.20 sampai pukul 07.50. Dengan debit 10 liter/ menit. Berapa
liter volume air dalam dalam bak mandi tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui
Debit
= 10 liter
Waktu = 07.50 – 07.20
= 30 menit
Maka volumenya = Debit
X Waktu
= 10 liter X 30 menit
= 300 liter
4.Menghitung waktu
Rumus
Waktu = Volume : Debit
Volume bak mandi 200
dm3. Di isi dengan air dari sebuah kran dengan debit
5 liter/menit. Berapa
menit waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bak mandi sampai penuh ?
Penerapan integral dalam kehidupan sehari-hari Kasus 1 Suatu hari, Reza sedang memanen anggur kemudian
dia megambil Sebuah tong anggur. Reza kemudian penasaran untuk menghitung
volume tong tersebut agar ia bisa memperkirakan kira-kira berapa tong anggur
yang akan dia bawah ,ia kemudian teringat akan akan pelajaran kalkulus yang ia
dapatkan pada saat kuliah . Reza kemudian mengukur tong tersebut memiliki jari2
atas dan bawah adalah 30 cm dan jari2 tengah 40 cm.. Tinggi tong adalah 1 m.
kemudian reza menghitung volume tong tersebut
Jawaban
Reza akan meletakkan tong pada sisinya untuk
membuat suatu perhitungan aljabar
Add caption
kemudianReza menemukan persamaan parabola dengan titik
di (0,40) dan melalui (50,30). Dan menggunakan rumus: (X - h) 2 = 4 a (y - k) Sekarang (h, k) adalah (0, 40) sehingga: x 2 = 4
a (y - 40) dan parabola melewati (50, 30), sehingga (50) 2 = 4 a (30 - 40) 2500 = 4 a (-10) dan 4 a = -250 Jadi persamaan sisi barel x 2 = -250 (y - 40), yaitu, y = - x 2 / 250 + 40 kemudian mencari volume tong yang dihasilkan
ketika kita memutar parabola antara x = -50 dan x = 50 sekitar sumbu x-.
Maka di dapat perhitungan Integral sebgai
berikut :
Jadi , volume tong anggur 425,2 L.
Aplikasi
Integral dalam kehidupan sehari-hari DefinisiIntegral adalah kebalikan dari
diferensial. Apabila kita mendiferensiasi kita mulai dengan suatu pernyataan
dan melanjutkannya untuk mencari turunannya. Apabila kita
mengintergrasikan,kita mulai dengan turunannya dan kemudian mencari peryataan
asal integral ini. Lambang integral adalah Integral dalam kehidupan sehari-hari sangatlah
luas cangkupannya seperti digunakan di bidang teknologi,fisika,ekonomi,matematika,teknik
dan bidang-bidang lain. Integral dalam bidang teknologi diantaranya
digunakan untuk memecahkan persoalan yang berhubungan dengan volume,panjang
kurva,memperkirakan populasi,keluaran kardiak,usaha,gaya dan surplus konsumen. Sedangkan dalam bidang ekonomi penerapan
integral diantarana ada 4 yaitu untuk menentukan persamaan-persamaan dalam
perilaku ekonomi, mencari fungsi konsumsi dari fungsi konsumsi marginal,mencari
fungsi asal dari fungsi marginalnya dan mencari fungsi penerimaan total dari
fungsi marginalnya. Dalam bidang matematika dan fisika penerapan
integral juga digunakan,seperti dalam matematika digunakan untuk menentukan
luas suatu bidang,menentukan volum benda putar dan menentukan panjang busur.
Sedangkan dalam fisika integral digunakan untuk analisis rangkaian listrik arus
AC, analisis medan magnet pada kumparan, dan analisis gaya-gaya pada struktur
pelengkung. Penerapan integral dalam bidang teknik digunakan
untuk mengetahui volume benda putar dan digunakan untuk mengetahui luas daerah
pada kurva. Contoh integral dalam kehidupan sehari-hari,kita
tahu kecepatan sebuah motor pada waktu tertentu, tapi kita ingin tau posisi
benda itu pada setiap waktu. Untuk menemukan hubungan ini kita memerlukan
proses integral (antidiferensial) dan Lihat gedung Petronas di Kuala Lumpur
atau gedung-gedung bertingkat di Jakarta. Semakin tinggi bangunan semakin kuat
angin yang menghantamnya. Karenanya bagian atas bangunan harus dirancang
berbeda dengan bagian bawah. Untuk menentukan rancangan yang tepat, dipakailah
integral. Contoh soal yang menggunakan Integral dalam
bidang ekonomi :
1.Diketahui MR suatu
perusahaan adalah 15Q2+ 10Q – 5. Tentukan penerimaan totalnya (TR), jika c = 0 ?
TR
= ∫ MR dQ = ∫ 15Q2+ 10Q – 5 dQ = 5Q3+ 5Q2– 5Q + c jika c = 0 TR = 5Q3+ 5Q2– 5Q 2. Diketahui produk marginalnya 2Q2+ 4, maka produk totalnya
jika c = 0 ? P
= ∫ MP dQ = ∫ 2Q2+ 4 = 2/3 Q3+ 4Q + c jika c = 0 P
= 2/3 Q3+ 4Q Analisa : Dari perhitungan tersebut dapat
diketahui bahwa fungsi total produksi adalah P = 2/3 Q3+ 4Q.